LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai resmi beroperasi pada Rabu (16/9/2026) setelah di resmikan Presiden Prabowo Subianto. Selama delapan hari pertama, penumpang hanya dikenai tarif Rp 8. Pemerintah Provinsi Jakarta juga menyiapkan pengembangan jaringan LRT serta penataan kawasan Manggarai untuk memperkuat konektivitas antarmoda.
Sore itu, Selasa, 15 September 2026, saya mendapat kesempatan menjajal LRT Jakarta lintas Manggarai-Kelapa Gading dalam perjalanan uji coba. Jadwal keberangkatan dari Stasiun LRT Manggarai ditetapkan pukul 16.49 WIB. Kereta LRT baru dijadwalkan berangkat pukul 16.49 WIB, sehingga masih ada waktu untuk melihat-lihat kondisi stasiun sekaligus berbincang dengan sejumlah penumpang yang juga mengikuti uji coba.
Untuk menuju Stasiun LRT Manggarai, sebelumnya saya menggunakan TransJakarta dan turun di Halte Manggarai. Dari halte, perjalanan dilanjutkan menuju stasiun. Akses menuju area stasiun cukup nyaman. Eskalator juga sudah berfungsi dengan baik sehingga perjalanan menuju peron berlangsung lancar.
Tepat pukul 16.49 WIB, rangkaian LRT tiba di peron. Kami pun naik dan mencari tempat duduk. Kereta yang digunakan terdiri atas dua rangkaian. Masing-masing rangkaian memiliki dua gerbong yang saling terhubung. Namun, antara rangkaian pertama dan rangkaian kedua tidak terdapat sambungan yang memungkinkan penumpang berpindah langsung.
Kereta perlahan meninggalkan Stasiun Manggarai. Karena masih dalam tahap uji coba, lajunya belum terlalu cepat. Namun, perjalanan yang relatif pelan justru memberi kesempatan untuk menikmati pemandangan Jakarta dari balik jendela.


Jika duduk di sisi kiri kereta dari arah Manggarai, ada satu pemandangan yang cukup menarik ketika melintasi kawasan Pramuka. Deretan apartemen Grand Pramuka dengan bangunan yang berwarna-warni terlihat jelas dari jalur LRT.
Pemandangan kemudian berganti-ganti. Gedung-gedung bertingkat, permukiman, jalan raya, hingga aktivitas masyarakat terlihat dari atas. Jakarta yang selama ini lebih sering dinikmati dari jalan raya kini tampak dari sudut pandang yang berbeda.
Beberapa kali kereta berhenti di stasiun, tetapi pintu belum dibuka di setiap pemberhentian karena perjalanan masih dalam tahap uji coba. Menurut petugas, ketika layanan beroperasi normal, kereta akan berhenti di setiap stasiun dan pintu akan dibuka untuk melayani penumpang. Waktu berhenti diperkirakan sekitar dua hingga tiga menit.
Di Stasiun Rawamangun, pintu kereta sudah dibuka. Kondisi stasiun terlihat rapi dan siap digunakan. Peserta uji coba pun dapat turun di stasiun tersebut. Namun, saya memilih tetap berada di dalam kereta dan melanjutkan perjalanan menuju Kelapa Gading.
Baca Juga: Pramono Anung Ungkap Rencana Perluasan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas, JIS dan Whoosh
Alternatif Menghindari Macet
Bagi sebagian penumpang, hadirnya LRT hingga Manggarai bukan sekadar pilihan transportasi baru, tetapi juga alternatif untuk menghindari kemacetan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari.
Salah satunya Mentari, yang bekerja di kawasan Jakarta Pusat dan tinggal di Rawamangun. Ia mengaku senang dengan beroperasinya LRT lintas Manggarai-Kelapa Gading karena kini memiliki pilihan perjalanan untuk menuju tempat kerja.
“Senang sekali dengan adanya LRT sampai Manggarai. Sekarang saya tidak terlalu khawatir lagi dengan macet di kawasan Pramuka yang biasanya parah kalau pagi hari,” ujar Mentari.
Menurutnya, menggunakan LRT dapat membuat perjalanan lebih cepat dan kemudian dilanjutkan menggunakan moda transportasi lain.
“Kalau naik LRT akan lebih cepat. Dari Manggarai saya bisa melanjutkan dengan bus TransJakarta atau ojek online,” katanya.
Menyusuri 11 Stasiun
Lintas Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dan menghubungkan 11 stasiun. Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai dapat ditempuh sekitar 28 menit. Sebelas stasiun tersebut adalah Stasiun Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Fase 1B merupakan perpanjangan dari Fase 1A rute Kelapa Gading-Velodrome yang telah lebih dahulu beroperasi dengan tarif flat Rp 5.000. Dengan beroperasinya Fase 1B, layanan LRT Jakarta kini tersambung dari Kelapa Gading hingga Manggarai.
Baca Juga: KAI Properti Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Bangunan Cagar Budaya Tetap Dipertahankan
Memasuki kawasan Velodrome, perjalanan terasa berbeda. Jalur ini merupakan bagian dari Fase 1A Kelapa Gading-Velodrome yang sebelumnya sudah digunakan masyarakat. Kereta terus bergerak hingga akhirnya tiba di Stasiun Kelapa Gading. Perjalanan yang saya tempuh dari Manggarai memakan waktu sekitar 28 hingga 30 menit.
Rapi dengan Petunjuk yang Jelas
Di dalam kereta, interior terlihat rapi. Berbagai petunjuk perjalanan tersedia untuk membantu penumpang mengetahui arah perjalanan, stasiun yang akan dilalui, hingga jumlah pemberhentian. Bagi penumpang yang baru pertama kali menggunakan LRT, informasi tersebut cukup membantu untuk mengenali rute dan menentukan stasiun tujuan.
Karena perjalanan yang saya ikuti merupakan uji coba, penumpang tidak dapat langsung menggunakan kereta yang sama untuk kembali ke Manggarai. Untuk perjalanan balik, saya kemudian menggunakan layanan LRT reguler yang sudah berbayar menuju arah Velodrome.





Menjadi Bagian dari Jaringan Transportasi Jakarta
Kehadiran LRT Jakarta lintas Manggarai-Kelapa Gading menambah pilihan perjalanan bagi masyarakat. Stasiun Manggarai menjadi salah satu titik penting dalam jaringan transportasi Jakarta karena berada di kawasan yang terhubung dengan berbagai moda.
Layanan LRT Jakarta juga diarahkan untuk terintegrasi dengan moda transportasi lain, mulai dari TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, hingga jaringan transportasi lainnya.
Total investasi pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai mencapai sekitar Rp 12,1 triliun. Pembangunan tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dan dilaksanakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.
Sekitar setengah jam berada di dalam kereta memberikan pengalaman tersendiri. Dari Manggarai hingga Kelapa Gading, perjalanan tidak hanya memperlihatkan jalur baru transportasi Jakarta, tetapi juga menghadirkan pemandangan kota dari sudut yang berbeda.
Bagi Mentari, LRT menawarkan pilihan perjalanan yang bisa dipadukan dengan TransJakarta maupun ojek online. Sementara bagi saya, perjalanan sore itu menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat jalur baru yang kini menghubungkan Manggarai dan Kelapa Gading.(CHI)
Baca Juga: Menjajal UP at Thamrin Nine, Melihat Jakarta dari Ketinggian 385 Meter












