Jakarta dari ketinggian selalu menawarkan cerita berbeda. Gedung-gedung pencakar langit, jalan raya yang membelah pusat kota, hingga hamparan permukiman terlihat seperti bagian dari sebuah miniatur raksasa. Pengalaman itu bisa dirasakan ketika berkunjung ke UP at Thamrin Nine, kawasan wisata di Autograph Tower, Thamrin Nine.
Pada Senin, 7 September 2026, Tim Lintas yang berjumlah tujuh orang mencoba langsung pengalaman menikmati panorama Jakarta dari salah satu titik tertinggi di ibu kota. Untuk menuju area wisata dan dek observasi UP at Thamrin Nine, pengunjung dapat masuk melalui Agora Mall di kompleks Thamrin Nine.
Begitu memasuki kawasan tersebut, suasana pusat perbelanjaan modern segera terasa. Namun, tujuan perjalanan kali ini bukan sekadar berkeliling di dalam mal. Tim Lintas menuju akses menuju Autograph Tower untuk merasakan pengalaman berada ratusan meter di atas permukaan tanah.
Menembus Ketinggian 385 Meter
Autograph Tower menjadi salah satu landmark baru dalam lanskap Jakarta. Menurut informasi resmi Thamrin Nine, tower ini memiliki ketinggian sekitar 385 meter dan 109 lantai hingga puncak spire. Thamrin Nine menyebut Autograph Tower sebagai gedung tertinggi di Indonesia sekaligus di belahan Bumi Selatan. Ketinggian tersebut membuat pengalaman berkunjung ke UP at Thamrin Nine terasa berbeda sejak awal.
Pengunjung bukan hanya diajak melihat Jakarta dari balik jendela gedung, tetapi juga menikmati sejumlah wahana dan ruang pengalaman yang dirancang untuk membawa suasana kota ke level yang berbeda. Perjalanan menuju area atas dimulai dengan menggunakan lift. Sesampainya di area UP, pengunjung kemudian diarahkan menuju sejumlah fasilitas yang tersedia.
Salah satunya adalah ruang imersif yang menyajikan pengalaman audio visual. Ruangan ini menjadi semacam pengantar sebelum pengunjung melanjutkan perjalanan menuju area yang lebih terbuka.
Dari sini, pengalaman semakin menarik karena pengunjung dapat menikmati suasana Sky Garden dan panorama Jakarta dari ketinggian.
Baca Juga: KAI Properti Bangun Kantor Baru Balai Yasa Lahat, Dukung Perawatan 3.638 Sarana
Sky Garden, Taman di Atas Jakarta
Berada di ketinggian ratusan meter, istilah taman biasanya bukan sesuatu yang langsung terbayangkan. Namun, Sky Garden di Autograph Tower justru menghadirkan konsep tersebut di tengah gedung pencakar langit.
Area ini memadukan unsur tanaman, material modern, kaca, serta ruang terbuka. Tanaman rambat ditata di sejumlah bagian, sementara elemen air memberikan sentuhan berbeda pada area taman.




Dominasi warna abu-abu pada lantai membuat kawasan tersebut terlihat minimalis. Material kayu pada sejumlah tempat duduk serta kursi gantung berbahan rotan memberikan nuansa yang lebih natural. Di sekeliling area, kaca menjadi pembatas sekaligus membuka pandangan luas ke arah Jakarta.
Dari titik ini, pengunjung dapat melihat gedung-gedung tinggi di kawasan pusat Jakarta. Jika cuaca cerah, pandangan dapat menjangkau area yang lebih jauh, termasuk pegunungan di sekitar Jakarta.
Pemandangan tentu sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketika langit bersih, cakrawala terlihat lebih jelas. Sebaliknya, kabut, mendung, atau hujan dapat membatasi jarak pandang.
Berjalan di Atas Kaca
Salah satu pengalaman yang cukup memacu adrenalin adalah glass floor. Pengunjung dapat berdiri dan berjalan di atas permukaan kaca sambil melihat lanskap Jakarta jauh di bawah.
Bagi sebagian orang, beberapa langkah pertama di atas lantai kaca mungkin terasa menegangkan. Meski secara visual terlihat seolah-olah berada langsung di atas kota, fasilitas tersebut memang dirancang sebagai bagian dari pengalaman wisata di UP.
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan area, pengunjung mengikuti ketentuan yang diberlakukan pengelola, termasuk penggunaan pelindung pada alas kaki. Pengunjung yang membawa telepon seluler untuk berfoto juga perlu mengikuti aturan penggunaan pelindung perangkat.
“Untuk ke glass floor kami batasi, dan kalau ramai seperti weekend akan bergiliran. Kalau weekday agak sepi tidak dibatasi,” ujar Fatimah, salah satu staf Thamrin Nine yang mendampingi saya.
Jumlah pengunjung pada area tertentu juga dibatasi sehingga pengalaman dapat berlangsung lebih tertib. Sensasinya sederhana, tetapi cukup membuat jantung berdebar: berdiri di atas kaca sambil memandang gedung-gedung Jakarta dari ketinggian.
UP Swing, Ketika Ayunan Berada di Atas Kota
Bagi pengunjung yang mencari pengalaman lebih menantang, tersedia UP Swing. Berbeda dengan ayunan biasa, wahana ini membawa pengunjung menikmati sensasi bergerak di ketinggian dengan panorama kota sebagai latar belakang.

Sebelum menaiki wahana, pengunjung diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan pengelola. Dari tempat duduk ayunan, pemandangan Jakarta terasa semakin luas. Gedung-gedung yang biasanya terlihat menjulang dari jalanan justru tampak lebih rendah ketika dilihat dari atas.
Di sinilah pengalaman UP at Thamrin Nine terasa bukan sekadar wisata melihat pemandangan. Ada unsur petualangan yang membuat kunjungan menjadi lebih berkesan.
Mencoba Melihat Jakarta dari Titik Tertinggi
Selain Sky Garden dan wahana di area observasi, UP at Thamrin Nine juga menawarkan pengalaman di bagian atas Autograph Tower. Informasi resmi Thamrin Nine menyebut area observasi berada di bagian atas tower dan menawarkan pandangan 360 derajat terhadap Jakarta.
Namun, akses ke area tertentu sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketentuan keselamatan pengelola. Hal ini penting diperhatikan calon pengunjung. Berada di ruang terbuka pada ketinggian ratusan meter tentu membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi angin, hujan, maupun jarak pandang.
Karena itu, sebelum datang, pengunjung sebaiknya mengecek kondisi cuaca dan informasi operasional terbaru.
Bukan Sekadar Melihat Jakarta
Ada satu hal yang terasa berbeda ketika berada di atas Autograph Tower. Dari bawah, Jakarta terlihat sebagai kota yang padat. Jalanan dipenuhi kendaraan, gedung berdiri berdekatan, dan aktivitas masyarakat berlangsung hampir tanpa jeda.
Namun, dari ketinggian, semuanya berubah menjadi sebuah lanskap. Jalan raya terlihat seperti garis yang membelah kota. Gedung-gedung pencakar langit tampak berdampingan. Sementara kawasan permukiman terlihat membentang hingga batas pandangan.
Pengalaman tersebut memberikan perspektif lain tentang Jakarta. Bukan hanya tentang seberapa tinggi sebuah gedung berdiri, tetapi juga bagaimana sebuah kota terus berkembang secara vertikal.
Thamrin Nine sendiri menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan, mulai dari perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, hiburan hingga fasilitas gaya hidup. UP at Thamrin Nine kemudian menjadi salah satu fasilitas yang menawarkan cara berbeda untuk menikmati kawasan tersebut—yakni dengan mengajak pengunjung melihat Jakarta dari atas.

Berapa Harga Tiketnya?
Harga tiket UP at Thamrin Nine berbeda sesuai fasilitas yang dipilih. Berdasarkan informasi harga yang menjadi acuan dalam kunjungan, terdapat beberapa pilihan tiket, mulai dari tiket panorama hingga paket yang sudah mencakup wahana tambahan seperti UP Swing, UP Side, UP High dan UPfinity.
Harga yang tercantum dalam materi kunjungan antara lain:
- Dewasa: mulai sekitar Rp107.500+
- Anak-anak: mulai sekitar Rp 70.000+
- UP High: mulai sekitar Rp 60.000
- UP Swing: mulai sekitar Rp 75.000
- UP Side: mulai sekitar Rp 80.000
- UPfinity: mulai sekitar Rp 130.000
- Paket dengan kombinasi beberapa wahana: mulai sekitar Rp 200.000 hingga Rp 390.000+
Harga tersebut dapat berubah sesuai paket, waktu kunjungan, promosi, dan kebijakan pengelola. Karena itu, calon pengunjung sebaiknya mengecek harga terbaru sebelum membeli tiket.
Datang Saat Cuaca Bersahabat
Bagi yang ingin mendapatkan pengalaman maksimal, cuaca menjadi salah satu faktor penting.
Langit cerah akan membuat panorama Jakarta terlihat lebih luas. Sebaliknya, hujan atau kondisi mendung dapat membatasi pandangan dan menyebabkan beberapa aktivitas di area terbuka dihentikan sementara demi keselamatan.
Karena itu, jangan hanya mempersiapkan kamera atau telepon seluler ketika berkunjung ke UP at Thamrin Nine. Pastikan juga mengecek jadwal operasional dan kondisi cuaca. Pada akhirnya, pengalaman berada di UP at Thamrin Nine bukan hanya soal berdiri di sebuah gedung setinggi ratusan meter.
Ada Jakarta yang terlihat berbeda dari sana. Kota yang biasanya dinikmati dari jalanan, kali ini hadir dari perspektif yang jauh lebih tinggi—dengan gedung-gedung, jalan raya, dan cakrawala yang membentuk panorama metropolitan dalam satu pandangan. (CHI)
Baca Juga:












