JAKARTA, LINTAS – Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melalui Representative Office 2 bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) melakukan pemeliharaan dan perbaikan perkerasan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang. Pekerjaan tersebut mencakup rekonstruksi pelat Jembatan Cisadane arah Jakarta serta rekonstruksi rigid pavement arah Tangerang.
Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kondisi perkerasan jalan dan struktur jembatan agar tetap memenuhi standar pelayanan serta mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Amri Sanusi, mengatakan pekerjaan pemeliharaan merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi infrastruktur jalan tol agar tetap dapat digunakan secara optimal.
“Pekerjaan pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga kondisi infrastruktur jalan tol, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi perhatian selama pekerjaan berlangsung,” ujar Amri.
Rekonstruksi Pelat Jembatan Cisadane
Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah rekonstruksi pelat pada Jembatan Cisadane arah Jakarta. Pekerjaan berada di lajur 2 KM 19+540 sampai KM 19+510.
Pekerjaan tersebut berlangsung mulai Senin, 14 September 2026 pukul 10.00 WIB hingga Sabtu, 19 September 2026 pukul 05.00 WIB.
Selama pekerjaan berlangsung, lajur yang menjadi lokasi pekerjaan akan mengalami penutupan atau pembatasan sementara untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Rekonstruksi Rigid Arah Tangerang
Selain Jembatan Cisadane, pemeliharaan juga dilakukan pada perkerasan rigid di arah Tangerang. Pekerjaan berada di lajur 2 KM 12+575 sampai KM 12+665.
Rekonstruksi dijadwalkan mulai Jumat, 18 September 2026 pukul 23.00 WIB hingga Senin, 21 September 2026 pukul 05.00 WIB.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan untuk memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti pengaturan yang diterapkan selama pekerjaan berlangsung.
Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan, terutama ketika melintasi area yang mengalami pembatasan lajur.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pekerjaan pemeliharaan tersebut dan mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati selama perjalanan,” kata Amri. (CHI)












