Home Berita KAI Properti Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Bangunan Cagar Budaya Tetap Dipertahankan

KAI Properti Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Bangunan Cagar Budaya Tetap Dipertahankan

Share

JAKARTA, LINTAS — Stasiun Semarang Tawang menjalani revitalisasi tahap I untuk meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan bagi pengguna kereta api. Pekerjaan yang berlangsung selama 11 bulan tersebut mencakup pembaruan sejumlah bagian stasiun, dengan tetap mempertahankan struktur asli dan karakter arsitektur bangunan cagar budaya.

Revitalisasi dilakukan pada beberapa area, mulai dari ruang tunggu VIP, ruang tunggu luxury, fasad bangunan, hall utama, hingga selasar. Selain itu, pembaruan juga mencakup sistem mechanical, electrical, and plumbing (MEP) untuk mendukung fungsi fasilitas stasiun.

Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang mempertimbangkan tiga hal, yakni fungsi bangunan, kebutuhan masyarakat, dan nilai sejarah yang dimiliki stasiun.

“Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, pembaruan fasilitas dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan tetap mempertahankan karakter arsitektur bangunan. Kami ingin memastikan aset ini terus memberikan manfaat dan mampu mendukung perkembangan kebutuhan pelayanan,” kata Bramantya, Selasa (15/9/2026).

KAI Properti sebagai pengelola aset perkeretaapian menempatkan peningkatan fungsi dan kenyamanan fasilitas bersamaan dengan upaya menjaga karakter bangunan bersejarah. Karena itu, pekerjaan revitalisasi tidak dilakukan dengan mengubah identitas arsitektur Stasiun Semarang Tawang.

Dalam pelaksanaannya, KAI Properti mengacu pada rekomendasi Balai Pelestarian Kebudayaan, terutama dalam pekerjaan yang berkaitan dengan bangunan cagar budaya. Penggunaan material khusus menjadi salah satu bagian dari penerapan ketentuan konservasi tersebut.

Baca Juga: Jalan Kretek–Girijati DI Yogyakarta Dibuka untuk Uji Coba hingga 20 September

Aktivitas Perjalanan Meningkat

Menurutnya, pembaruan fasilitas diperlukan agar Stasiun Semarang Tawang tetap dapat menjalankan fungsi pelayanan di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Namun, peningkatan fasilitas tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan keaslian bangunan.

Kebutuhan peningkatan fasilitas juga terlihat dari tingginya aktivitas penumpang di Stasiun Semarang Tawang. Sepanjang Januari–Agustus 2026, stasiun tersebut mencatat 2.969.877 pergerakan penumpang, terdiri atas 1.450.003 penumpang naik dan 1.519.874 penumpang turun.

Jumlah tersebut meningkat 16,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 2.547.285 pergerakan penumpang. Pada Januari–Agustus 2025, jumlah penumpang naik tercatat 1.244.472 orang, sedangkan penumpang turun mencapai 1.302.813 orang.

Dengan volume perjalanan yang terus meningkat, pembaruan fasilitas menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan di salah satu stasiun penting di Kota Semarang tersebut. Di sisi lain, revitalisasi juga diarahkan agar bangunan bersejarah tetap menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika menggunakan layanan kereta api. Pembaruan fasilitas dan pemeliharaan karakter bangunan dilakukan secara bersamaan.

“Melalui revitalisasi ini, kami berupaya menjaga keberlanjutan fungsi Stasiun Semarang Tawang sebagai aset perkeretaapian. Bangunan tetap terawat, fasilitasnya mendukung kebutuhan perjalanan masa kini, dan warisan arsitekturnya tetap menjadi bagian dari pengalaman masyarakat saat menggunakan layanan kereta api,” tutur Bramantya. (CHI)

Baca Juga: Jembatan Manyar No. 10 Dibuka, Kemacetan Jalur Pantura Gresik Diharapkan Berkurang

Oleh:

Share