JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kesiapan infrastruktur dasar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dua hal yang menjadi perhatian adalah sistem drainase dan ketersediaan air bersih untuk mendukung aktivitas belajar serta kehidupan siswa di lingkungan sekolah.
Saat meninjau SRT 2 Pontianak, Jumat (11/9/2026), Dody meminta sistem drainase dipastikan mampu mengalirkan air dengan baik sehingga tidak menimbulkan genangan di kawasan sekolah.
Menurut dia, saluran drainase di kawasan SRT 2 dapat diarahkan menuju saluran lingkungan yang kemudian bermuara ke sungai terdekat. Karena itu, kondisi dan fungsi saluran harus dipastikan sebelum seluruh kawasan sekolah digunakan secara penuh.
“Yang perlu hati-hati ini masalah drainase. Jangan sampai buntu. Ini harus kita koreksi, termasuk hal-hal minor lainnya, dan nanti sambil berjalan kita sempurnakan,” kata Dody.
Dalam kunjungan tersebut, Dody melihat langsung sejumlah fasilitas SRT 2 Pontianak, antara lain ruang kelas, asrama siswa, dapur, ruang makan, toilet, serta fasilitas penunjang lainnya.
Ia menekankan bahwa penyelesaian pembangunan tidak hanya diukur dari kondisi fisik bangunan. Setiap fasilitas harus dapat berfungsi dengan baik dan mendukung kebutuhan siswa sehari-hari.
Ketersediaan Air Bersih
Selain drainase, persoalan ketersediaan dan kualitas air juga menjadi perhatian. Saat ini, suplai air ke kawasan SRT 2 Pontianak berada di kisaran 2,3 liter per detik dan akan ditingkatkan sesuai kebutuhan.
Dody mengatakan persoalan air perlu ditangani secara berkelanjutan, terlebih karakteristik air di wilayah Pontianak menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.
“Ini satu hal yang harus kita pikirkan sama-sama, bagaimana agar air yang masuk ke sini tidak payau. Tapi tidak hanya masalah di sini. Kita bisa bicara masalah Kota Pontianak dan sekitarnya,” ujarnya.
Kapasitas 1.080 Siswa
SRT 2 Kota Pontianak dibangun di atas lahan sekitar 5,1 hektare. Sekolah ini memiliki 36 ruang kelas yang terdiri dari 18 ruang kelas SD, sembilan ruang kelas SMP, dan sembilan ruang kelas SMA.
Secara keseluruhan, SRT 2 Pontianak memiliki kapasitas 1.080 siswa. Fasilitas yang tersedia mencakup asrama, ruang guru, dapur, ruang makan, toilet, laboratorium, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Sekolah tersebut telah dimanfaatkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai pada 30 Juli 2026. Saat ini, sebanyak 240 siswa telah menempati SRT 2 Pontianak dengan dukungan 14 guru.
Dari sisi konstruksi, progres pekerjaan telah mencapai 99,35 persen per 9 September 2026. Pekerjaan yang tersisa berupa pekerjaan minor dan penataan kawasan, yang ditargetkan selesai sesuai masa kontrak pada 30 September 2026.
Dody mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan serta fasilitas penunjang yang layak.
Menurutnya, fasilitas yang telah disiapkan perlu diiringi dengan kesungguhan siswa dalam menjalani pendidikan agar program tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Sekolah rakyat ini sangat positif. Melalui pendidikan, anak-anak dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah memiliki kesempatan memperbaiki kehidupan ekonominya. Fasilitasnya sudah disiapkan, sehingga mereka tinggal belajar dengan tekun dan rajin untuk mencapai cita-citanya,” tutur Dody.(CHI)












