JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan kapasitas Sungai Veteran di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari upaya mengendalikan banjir perkotaan. Penanganan tersebut dilakukan melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang mencakup revitalisasi, normalisasi sungai, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta penataan kawasan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada peningkatan konektivitas, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk dalam pengendalian banjir dan penataan kawasan perkotaan.
“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Dody, Selasa (15/9/2026).
Penanganan Sungai Veteran dilaksanakan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dan dibagi dalam tiga tahap. Pada tahap I, pekerjaan mencakup ruas Klenteng–Simpang Ulin sepanjang 891 meter yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2024–2026. Selanjutnya, tahap II direncanakan menangani sungai sepanjang 850 meter, sedangkan tahap III mencakup 1.708 meter.
Pada tahap I, Kementerian PU membangun dan meningkatkan sistem pengendalian banjir melalui pembangunan pintu air dan rumah pompa di sejumlah titik Sungai Veteran. Di bagian hilir Sungai Veteran, terdapat dua pintu air dan tiga pompa dengan kapasitas masing-masing 2.500 liter per detik. Sistem pengendalian air juga dibangun di Sungai Bilu dengan dua pintu air dan dua pompa mobile yang masing-masing memiliki kapasitas 1.000 liter per detik.
Baca Juga: Jalan Kretek–Girijati DI Yogyakarta Dibuka untuk Uji Coba hingga 20 September
Sementara itu, di bagian hulu Sungai Veteran disiapkan dua pintu air dan dua pompa dengan kapasitas masing-masing 1.500 liter per detik.
Kombinasi pintu air dan pompa tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan sistem sungai dalam mengatur aliran air, terutama ketika terjadi peningkatan debit yang berpotensi menimbulkan genangan di kawasan perkotaan. Melalui penanganan tersebut, luas genangan di Kota Banjarmasin ditargetkan dapat berkurang secara signifikan, dari kondisi eksisting 358,86 hektar menjadi 13,69 hektar.



Sungai Veteran Diperlebar dan Diperdalam
Selain membangun infrastruktur pengendali banjir, pekerjaan juga mencakup revitalisasi dan normalisasi Sungai Veteran serta penataan kawasan di sekitarnya.
Hasil penanganan tersebut membuat lebar Sungai Veteran mencapai sekitar 8 meter, sementara kedalamannya ditingkatkan menjadi 3,5 meter. Sebelumnya, kedalaman sungai tercatat sekitar 1,5 meter.
Peningkatan kapasitas sungai diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan di kawasan perkotaan Banjarmasin. Kementerian PU menargetkan penguatan infrastruktur sumber daya air tersebut tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan ketahanan kawasan perkotaan terhadap genangan. (CHI)
Baca Juga: Hutama Karya Mulai Penataan Anak Usaha, HKA dan TBKA Teken CMA












