JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Banten yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Proyek yang berada di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak itu tercatat menyerap ratusan tenaga kerja lokal selama proses konstruksi berlangsung.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Banten, Hutama Karya ingin memastikan bahwa keberadaan proyek dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, baik melalui penyerapan tenaga kerja lokal maupun tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Hamdani dikutip dari web Hutama Karya, Sabtu (23/5/2026).
Penggerak Ekonomi
Menurutnya, proyek tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat selama tahap pembangunan berlangsung.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak telah memasuki tahap konstruksi utama. Sejumlah pekerjaan dilakukan secara paralel, mulai dari pembangunan struktur lantai dua, pemasangan rangka baja, penutup atap, pekerjaan arsitektur, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), hingga pengerjaan jalan rigid.
“Untuk mempercepat penyelesaian proyek, kami menerapkan sistem dua shift kerja dan menambah area fabrikasi material di lapangan,” kata Hamdani.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini turut melibatkan ratusan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Pada pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang tercatat sebanyak 323 pekerja lokal terlibat, sedangkan di Kabupaten Lebak sebanyak 199 pekerja lokal ikut berkontribusi.
Hamdani menambahkan, tenaga kerja lokal tersebut dilibatkan dalam berbagai bidang pekerjaan, mulai dari pekerjaan padat karya, operasional lapangan, keamanan proyek, hingga dukungan logistik.
Ciptakan Efek Ganda
Kehadiran ratusan pekerja itu turut membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar proyek. Aktivitas warung makan, toko kebutuhan harian, hingga usaha mikro lainnya mengalami peningkatan seiring tingginya mobilitas pekerja dan kebutuhan operasional proyek setiap hari.
“Kondisi tersebut menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar kawasan pembangunan,” ujarnya.
Menurut Hamdani, Selain membuka lapangan pekerjaan, Hutama Karya bersama mitra kerja juga memberikan pengalaman dan pembekalan dasar kepada tenaga kerja lokal terkait teknis konstruksi dan keselamatan kerja. Pembekalan itu diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi masyarakat untuk peluang kerja di masa mendatang.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan konstruksi berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) secara menyeluruh di area proyek,” pungkas Hamdani. (CHI)
Baca Juga: Libur Iduladha 2026 Diprediksi Padat, Kemenhub Keluarkan Imbauan Penting

























