Home Berita Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Tetap Utamakan Kualitas Meski Dikebut, Juni 2026 Siap Digunakan

Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Tetap Utamakan Kualitas Meski Dikebut, Juni 2026 Siap Digunakan

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan program Sekolah Rakyat selesai pada Juni 2026. Saat ini progres pembangunan Sekolah Rakyat saat ini terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.

Berdasarkan laporan terakhir pada 20 Mei 2026, rata-rata progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen dan terus bertambah setiap harinya. Dody optimistis dari 93 SR yang dibangun, sebanyak 88 Sekolah Rakyat akan bisa digunakan pada Juni 2026.

“Sekarang saya memantau progres hari per hari. Ada yang naik 1 persen, ada yang 2 persen setiap hari. Kalau melihat progres saat ini, saya yakin minimal Juni 2026 pembangunan Sekolah Rakyat bisa selesai,” ujar Dody dalam Hal acara Media Briefing di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Progres Pembangunan Mendekati 60 Persen

Ia menyebut beberapa lokasi bahkan sudah mencatat progres pembangunan mendekati 60 persen. Dody juga mengaku turun langsung melakukan pemantauan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai hambatan di lapangan.

Menurutnya, keterlambatan pembangunan sebenarnya di luar perkiraannya. Ia menilai dengan komposisi tenaga profesional yang terlibat, seharusnya keterlambatan tersebut dapat dihindari.

“Harus diakui memang pembangunan ini agak di luar perkiraan saya. Dengan komposisi profesional yang ada, seharusnya keterlambatan seperti sekarang tidak boleh terjadi,” tuturnya.

Dody menambahkan, dirinya kini meminta seluruh pejabat pembuat komitmen (PPK) di setiap titik proyek untuk melaporkan perkembangan pembangunan setiap hari. Langkah tersebut dilakukan agar kendala di lapangan dapat segera diatasi.

Progres Tertinggi

Ia mengungkapkan terdapat beberapa daerah dengan progres pembangunan terendah, di antaranya Singkawang, Cilacap, Lombok Utara, dan Brebes. Sementara daerah dengan progres pembangunan tertinggi antara lain Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan.

Meski demikian, Dody memastikan berbagai kendala teknis saat ini sebagian besar telah berhasil diatasi. Ia optimistis target penyelesaian proyek tetap dapat tercapai sesuai jadwal.

Selain mengejar target waktu, Dody menegaskan kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Ia tidak ingin percepatan pembangunan mengorbankan mutu konstruksi.

“Saya paling anti mengorbankan kualitas. Apapun yang terjadi, sekolah ini harus bertahan, kalau bisa lebih dari 20 tahun,” tegasnya. (CHI)

Baca Juga: Naik KRL Bisa Kurangi Emisi Karbon hingga 85 Persen

Oleh:

Share