Home Berita Kontrak Baru PTPP Tembus Rp 24,95 Triliun, Proyek Pemerintah Mendominasi

Kontrak Baru PTPP Tembus Rp 24,95 Triliun, Proyek Pemerintah Mendominasi

Share

JAKARTA, LINTAS – PT PP (Persero) Tbk atau PTPP mencatatkan kinerja positif sepanjang Tahun Buku 2025 dengan membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 24,95 triliun. Perolehan tersebut didominasi proyek pemerintah dengan kontribusi 45 persen, disusul proyek BUMN 35 persen dan proyek swasta 20 persen.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengatakan Perseroan akan terus menjaga kinerja operasional dan keuangan secara berkelanjutan melalui strategi bisnis yang prudent dan penguatan fundamental perusahaan.

“PTPP akan terus fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan melalui optimalisasi portofolio proyek, peningkatan operational excellence, serta penguatan daya saing Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional,” ujar Joko dikutip dari keterangan tertulis yang dikutip Kamis (21/5/2026).

Proyek Strategis

Dari sisi segmentasi usaha, sektor gedung menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 35 persen. Selanjutnya, proyek jalan dan jembatan menyumbang 16 persen, pertambangan 12 persen, power plant 11 persen, pelabuhan 10 persen, irigasi 6 persen, bendungan 4 persen, minyak dan gas 3 persen, industri 2 persen, serta bandara 1 persen.

Sejumlah proyek strategis turut mendongkrak capaian kontrak baru Perseroan. Di antaranya proyek PLTGU Batam, New Priok East Access Phase II, Tol Kataraja Phase 2, Fuel Pipeline Cikampek–Plumpang, Gedung DPD IKN, hingga Bendungan Karian–Serpong Water Conveyance System (KSCS) Paket 1.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perwakilan BP BUMN juga memberikan apresiasi terhadap kinerja PTPP yang dinilai mampu menjaga arus kas operasi tetap positif sekaligus menurunkan liabilitas perusahaan secara berkelanjutan di tengah tantangan industri konstruksi nasional.

Tak hanya dari sisi operasional dan keuangan, PTPP juga mencatat pencapaian dalam penerapan tata kelola perusahaan. Berdasarkan hasil asesmen ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), Perseroan meraih skor 101,69 poin dan masuk kategori “Leadership in Corporate Governance” atau Level 5.

Sementara itu, hingga April 2026, PTPP kembali mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 6,88 triliun. Pada periode ini, proyek pemerintah mendominasi hingga 82 persen, diikuti proyek BUMN 10 persen dan proyek swasta 8 persen.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor jalan dan jembatan sebesar 35 persen, disaster response 26 persen, rumah sakit 16 persen, smelter dan pertambangan 10 persen, gedung 6 persen, pelabuhan 3 persen, sumber daya air 3 persen, serta infrastruktur air 2 persen.

Proyek Pemerintah Mendominasi

Salah satu proyek terbesar yang berhasil diraih Perseroan pada April 2026 adalah pembangunan Jalan KSPEAN Wanam–Muting Segmen 1 dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,77 triliun.

Ia menambahkan, Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang optimal, serta implementasi Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini bisnis Perseroan. (CHI)

Baca Juga: MRT Jakarta Integrasikan Layanan Transportasi dan Hiburan

Oleh:

Share