JAKARTA, LINTAS – KAI Commuter memperkuat komitmennya dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) dengan mengajak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, khususnya Commuter Line atau KRL.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan penggunaan Commuter Line terbukti mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan emisi karbon dibanding kendaraan pribadi.
“Menggunakan Commuter Line, per orang hanya menghasilkan emisi sebesar sekitar 19 hingga 41 gram CO₂ per kilometer. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding mobil pribadi yang menghasilkan emisi sekitar 170 hingga 192 gram CO₂ per kilometer maupun sepeda motor sebesar 90 hingga 110 gram CO₂ per kilometer,” ujar Karina dalam keterangan yang dikutip Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan data perhitungan emisi tersebut, perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi ke Commuter Line mampu menurunkan emisi karbon secara nyata. Setiap pengguna KRL disebut dapat mengurangi emisi karbon sekitar 129 hingga 173 gram CO₂ per kilometer dibanding penggunaan mobil pribadi.
Dengan kata lain, penggunaan Commuter Line dapat membantu mengurangi emisi karbon hingga hampir 85 persen untuk setiap perjalanan. Selain itu, peralihan dari sepeda motor ke KRL juga dinilai memberikan dampak positif terhadap lingkungan, dengan potensi pengurangan emisi karbon sebesar 49 hingga 91 gram CO₂ per kilometer.
Tidak hanya fokus pada transportasi rendah emisi, KAI Commuter juga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh operasional perusahaan.

Pengelolaan Limbah
Salah satu program keberlanjutan yang dijalankan yakni pengelolaan limbah melalui daur ulang seragam pegawai yang sudah tidak terpakai. Limbah kain tersebut kemudian diolah kembali menjadi kain batik bernilai estetika dan memiliki nilai guna tinggi.
Dalam aspek operasional, seluruh depo KRL milik KAI Commuter kini juga diwajibkan menggunakan bahan kimia khusus yang telah tersertifikasi aman dan ramah lingkungan. Kebijakan ini dilakukan agar limbah sisa pencucian armada tidak merusak ekosistem di sekitar area depo.
Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan juga terus diperluas melalui pemasangan panel surya di gedung perkantoran dan depo kereta. Saat ini, kapasitas daya panel surya yang telah terpasang mencapai 202,5 KWP.
“KAI Commuter berkomitmen menjadi moda transportasi yang tidak hanya diandalkan dari sisi ketepatan waktu dan kapasitas angkut, tetapi juga menjadi pelopor transportasi hijau di Indonesia. Setiap tiket perjalanan KRL yang dibeli pengguna merupakan kontribusi langsung dalam menyelamatkan bumi dari pemanasan global,” tutur Karina. (CHI)
Baca Juga: KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar hingga Agustus 2026

























