JAKARTA, LINTAS – Insiden operasional kereta di area Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban jiwa. Tujuh penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia, sementara 82 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan KAI memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka hingga pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi bersama perusahaan.
Selain korban KRL, KAI juga memastikan sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat dalam peristiwa tersebut.
Penanganan medis dan evakuasi
Para korban luka saat ini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena tim penyelamat harus memastikan korban yang masih hidup mendapat penanganan secara hati-hati. Tim medis, relawan, serta Basarnas bersama petugas KAI bekerja secara terpadu di lokasi kejadian.
KAI juga mendirikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang yang terdampak.
Perjalanan kereta dibatasi sementara
Sebagai dampak insiden, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara tidak melayani naik-turun penumpang. Perjalanan KRL juga hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi sambil menunggu proses penanganan dan pemulihan jalur.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta memohon maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan semua pihak agar proses penanganan berjalan baik,” tutur Anne.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau kanal resmi perusahaan. (CHI)
Baca Juga: KRL Tabrakan di Bekasi Timur, 240 Penumpang Argo Bromo Anggrek Selamat































