JAKARTA, LINTAS – Pemerintah terus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan keagamaan melalui program revitalisasi madrasah. Salah satu yang tengah direvitalisasi adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bogor, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah.
Program yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa fasilitas pendidikan yang layak memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar mengajar yang berkualitas.
“Lingkungan belajar yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap konsentrasi, kesehatan, serta semangat belajar siswa. Melalui revitalisasi madrasah ini, Kementerian PU ingin memastikan anak-anak Indonesia dapat belajar di ruang yang layak dan bermutu,” kata Dody dikutip Kamis (11/6/2026).

Lima Bangunan
Revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor dikerjakan selama 210 hari kalender sejak 24 November 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 5,5 miliar. Berbagai pekerjaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas bangunan dan fasilitas sekolah, mulai dari pembangunan toilet baru, perbaikan rangka dan penutup atap, renovasi dinding, plafon, dan lantai, hingga penggantian kusen pintu serta jendela.
Selain itu, proyek juga mencakup peningkatan instalasi listrik dan sistem pencahayaan, serta pengadaan mebel guna mendukung kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Dari lima massa bangunan yang menjadi sasaran revitalisasi, empat bangunan telah selesai dan sudah digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sementara satu bangunan lainnya, yakni Massa D, saat ini memasuki tahap akhir penyelesaian pekerjaan interior dan toilet. Bangunan tersebut ditargetkan rampung sebelum masa kontrak berakhir.
Program revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 yang menugaskan Kementerian PU untuk mendukung pembangunan dan peningkatan prasarana pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Sepanjang 2025, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan renovasi sebanyak 548 madrasah yang tersebar di 26 provinsi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
Memasuki 2026, pemerintah kembali melanjutkan program pembangunan dan revitalisasi madrasah dengan cakupan yang lebih luas. Sebanyak 856 madrasah di 27 provinsi tengah dibangun dan direvitalisasi, terdiri atas 13 proyek dengan skema Single Year Contract (SYC) dan 843 proyek Multi Years Contract (MYC) periode 2025–2026.
Hingga saat ini, sebanyak 44 madrasah di lima provinsi telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih baik. Pemerintah berharap program revitalisasi tersebut dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.



















