Home Berita Hutama Karya dan Unand Dirikan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah

Hutama Karya dan Unand Dirikan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) dan sejumlah organisasi profesi serta alumni teknik sipil resmi mendirikan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB). Kehadiran pusat studi ini diharapkan menjadi motor pengembangan riset, inovasi, dan teknologi terowongan guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang semakin kompleks.

Pendirian PUSTROIB ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Jumat (5/6). Selain Hutama Karya dan Unand, kerja sama tersebut melibatkan Alumni Teknik Sipil ITB, Keluarga Alumni Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM), Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip), Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI).

PUSTROIB dibentuk sebagai pusat riset, inovasi, pengembangan kapasitas, konsultansi, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan di bidang terowongan dan infrastruktur bawah tanah. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat praktik rekayasa, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data pada proyek-proyek yang memiliki tantangan geologi, geoteknik, hidrologi, hingga keselamatan operasional.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, mengatakan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, industri, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci untuk menghadirkan solusi pembangunan yang relevan dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas membangun jalan, jembatan, atau terowongan, tetapi juga menjadi fondasi kemajuan bangsa yang menghubungkan wilayah, memperkuat perekonomian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kehadiran pusat studi ini diharapkan menjadi wadah pengembangan riset, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang terowongan dan infrastruktur bawah tanah. Kami berharap PUSTROIB dapat berkembang menjadi pusat unggulan yang tidak hanya berkontribusi bagi Sumatra Barat, tetapi juga menjadi rujukan nasional,” ujarnya.

Pembangunan Terowongan

Sementara itu, Komisaris Utama Hutama Karya sekaligus Ketua Ikatan Alumni Unand, Denny Abdi, menilai PUSTROIB akan berperan penting dalam meningkatkan penguasaan teknologi dan kualitas pembangunan terowongan yang menjadi bagian dari proyek Jalan Tol Trans Sumatra.

Menurut Denny, penguatan kompetensi di bidang ini dapat mendukung pemerataan pembangunan antara Pulau Sumatra dan Jawa. Salah satu proyek strategis yang akan menjadi fokus kajian adalah pembangunan terowongan pada ruas Tol Bukittinggi–Sicincin sepanjang 5,8 kilometer.

“Sumatra dan Jawa dapat menjadi seperti twin engine sebuah pesawat yang bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat dan merata. PUSTROIB diharapkan menjadi platform pengetahuan dan kajian sehingga pengalaman pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra dapat menjadi pembelajaran penting bagi pengembangan infrastruktur nasional,” katanya.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan pendirian PUSTROIB merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin menantang.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik medan dan kondisi geologi yang kompleks membutuhkan kajian teknis yang kuat serta sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan praktisi profesional.

“Rencana pembangunan terowongan pada Seksi Bukittinggi–Sicincin merupakan tantangan nasional yang tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga lingkungan dan kekayaan sumber daya alam Sumatra Barat yang harus dijaga. Kajian melalui PUSTROIB diharapkan dapat memitigasi risiko konstruksi, meningkatkan aspek keselamatan, dan menjaga keberlanjutan,” ujarnya.

Dukung Pembangunan Infrastruktur

Dukungan juga datang dari Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah. Ia menyambut baik kehadiran PUSTROIB yang dinilai mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap kondisi geografis daerah.

Menurut Mahyeldi, Sumatra Barat memiliki potensi besar sekaligus tantangan geografis yang memerlukan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kehadiran pusat studi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan yang aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil ITB, Abdul Malik Sadat Idris, menilai PUSTROIB dapat memperkuat ekosistem pengetahuan dan teknologi di bidang terowongan dan infrastruktur bawah tanah.

Ia menilai kebutuhan terhadap infrastruktur bawah tanah akan terus meningkat, baik untuk konektivitas transportasi, perkeretaapian, utilitas perkotaan, pengendalian banjir, maupun pengembangan kawasan strategis. Karena itu, pembangunan sektor tersebut harus didukung oleh data, standar, teknologi, dan sumber daya manusia yang mumpuni. (CHI)

Oleh:

Share