Home Berita 4 Jalan Tol Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU, Ini Lokasinya

4 Jalan Tol Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU, Ini Lokasinya

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan empat ruas jalan tol sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU). Selain tetap berfungsi sebagai infrastruktur transportasi untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, keempat ruas tol tersebut dirancang memiliki fungsi ganda (dual use) sehingga dapat dimanfaatkan untuk operasi pertahanan negara dalam kondisi darurat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur saat ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan transportasi masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga dirancang untuk mendukung kepentingan pertahanan negara melalui konsep dual use atau fungsi ganda.

“Dengan konsep ini, ruas jalan tol tetap beroperasi secara normal sebagai jalur transportasi publik. Namun dalam kondisi darurat, jalan tol dapat dimanfaatkan sebagai landasan pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU,” kata Dody, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat menjadi bukti bahwa infrastruktur yang dibangun pemerintah mampu memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi pembangunan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan nasional.

“Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” tutur Dody.

Empat Ruas Tol Disiapkan

Kementerian PU telah menyiapkan empat ruas jalan tol yang memiliki spesifikasi teknis untuk mendukung operasi pesawat tempur dalam keadaan darurat, yaitu:

  • Jalan Tol Banda Aceh–Sigli
  • Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan)
  • Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka)
  • Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi

Keempat ruas tersebut tetap difungsikan sebagai jalan tol pada kondisi normal, namun telah dirancang agar dapat diubah menjadi landasan darurat apabila diperlukan dalam operasi pertahanan. Dody menjelaskan, panjang lintasan yang disiapkan pada masing-masing ruas berbeda-beda. Untuk Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, lintasan sepanjang sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang menjadi sekitar 3,8 kilometer.

Sementara di Jalan Tol Japek II Selatan, lintasan akan diperluas dari sekitar 2,8 kilometer menjadi 3,5 kilometer. Adapun pada Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi disiapkan lintasan sepanjang sekitar 3 hingga 3,5 kilometer yang memenuhi kebutuhan operasional pesawat tempur.

“Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU,” tuturnya.

Kesiapan konsep jalan tol multifungsi tersebut telah dibuktikan melalui uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur TNI AU di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada 11 Februari 2026.

Uji coba dilakukan di segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang, tepatnya pada ruas KM 228 hingga KM 231. Dalam kegiatan tersebut, dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16 Fighting Falcon, berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas dengan aman. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak sejarah karena merupakan pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di ruas jalan tol di Indonesia.

Dukung Ekonomi dan Pertahanan Sekaligus

Keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan bahwa jalan tol yang dibangun Kementerian PU tidak hanya memenuhi standar keselamatan dan pelayanan transportasi, tetapi juga mampu mendukung kebutuhan strategis negara.

Konsep dual use infrastructure dinilai menjadi bentuk optimalisasi investasi pemerintah, karena satu infrastruktur dapat memberikan manfaat ganda, yakni memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik sekaligus memperkuat sistem pertahanan nasional. (CHI)

Baca Juga: Bandung Raya Bersiap Punya BRT Modern Senilai Rp 1,3 Triliun, Kemacetan Ditarget Berkurang

Oleh:

Share