JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi memulai langkah transformasi digital layanan pemanduan kapal nasional.
Kedua pihak menandatangani Kesepahaman Bersama mengenai persiapan implementasi Pemanduan Elektronik (E-Pilotage) dan Pemanduan Jarak Jauh (Remote Pilotage) pada perairan wajib pandu yang berada di lingkungan Pelindo, Kamis (23/7/2026), di Jakarta.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak awal modernisasi sistem pemanduan kapal di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, penerapan teknologi ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko kelelahan petugas pandu yang selama ini harus bertugas secara fisik di atas kapal dengan jarak tempuh dan waktu pelayaran yang panjang.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa layanan pemanduan kapal memiliki peran vital dalam menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas pelayaran di perairan wajib pandu.
Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal, pelayanan pemanduan selama ini wajib dilakukan secara fisik (on board) oleh petugas pandu.



“Pada sejumlah perairan wajib pandu dengan karakteristik jarak tempuh yang panjang dan waktu pemanduan yang lama, pelaksanaan pemanduan secara fisik semata dapat menimbulkan risiko kelelahan bagi personel pandu, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran,” kata Masyhud.
Ia menambahkan, Kementerian Perhubungan telah membuka peluang penerapan pemanduan elektronik melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi-Pelayaran dan Pelayanan Tata Kelola Lalu Lintas Kapal di Perairan. Regulasi tersebut memungkinkan penerapan skema hybrid, yaitu kombinasi antara pemanduan secara fisik dan nonfisik, sepanjang memenuhi kajian serta prosedur yang telah ditetapkan.
“Kesepahaman Bersama yang kita tandatangani hari ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan wujud komitmen bersama untuk memperkuat keselamatan pelayaran, meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemanduan, sekaligus mendorong transformasi digital di sektor kepelabuhanan nasional,” kata Masyhud.
Empat Lokasi Jadi Pilot Project
Dalam kerja sama tersebut, Ditjen Perhubungan Laut dan Pelindo akan berkolaborasi pada empat ruang lingkup utama, yakni pelaksanaan kajian risiko dan kajian pendukung lainnya, evaluasi kesiapan infrastruktur dan teknologi beserta pelaksanaan uji coba (pilot project), penyusunan kerangka regulasi dan pedoman penyelenggaraan e-pilotage, serta penyusunan modul pelatihan dan sertifikasi bagi sumber daya manusia pemanduan kapal.
Sebagai tahap awal, implementasi uji coba akan dilaksanakan di empat lokasi prioritas, yaitu Perairan Tanjung Perak, Banjarmasin, Belawan, dan Samarinda. Ke depan, penerapan e-pilotage berpeluang diperluas ke perairan wajib pandu lainnya berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan operasional.
Masyhud menegaskan bahwa setiap tahapan implementasi harus dilakukan secara hati-hati agar aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kajian risiko harus dilakukan secara mendalam, uji coba harus dievaluasi secara objektif, dan setiap tahapan implementasi e-pilotage maupun remote pilotage harus benar-benar siap dari sisi regulasi, infrastruktur, teknologi, maupun sumber daya manusia sebelum diterapkan secara konkret dan masif,” tegasnya.
Pelindo Dukung Transformasi Layanan Pemanduan
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyatakan bahwa e-pilotage merupakan inovasi yang akan memperkuat layanan pemanduan kapal sekaligus menjawab tantangan operasional pelabuhan di masa depan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi.
Ia berharap kolaborasi ini menjadi awal sinergi yang semakin erat antara Pelindo dan Kementerian Perhubungan dalam menghadirkan layanan pemanduan kapal yang lebih modern, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, atas dukungan dan kesamaan visi sehingga implementasi e-pilotage ini dapat segera diwujudkan,” pungkas Achmad. (CHI)
Baca Juga: Transjakarta Tambah Rute Bus “Open Top Tour” Jakarta Batavia, Sajikan Wisata Sejarah Ibu Kota















