JAKARTA, LINTAS – PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) bersama ASTRA Infra Solutions (AIS) mulai melaksanakan pekerjaan peningkatan perkerasan jalan di Ruas Tol Kebon Jeruk–Ulujami. Pekerjaan dilakukan secara bertahap mulai 9 Juni hingga 5 Desember 2026 sebagai upaya menjaga kualitas infrastruktur sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol.
Program peningkatan perkerasan mencakup rekonstruksi beton serta pekerjaan scrapping, filling, dan overlay pada 69 slab jalan. Total luas penanganan mencapai sekitar 1.311 meter persegi dengan volume beton sebanyak 393,3 meter kubik.
Untuk meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas, pekerjaan dilaksanakan pada malam hari. Pada hari kerja, pekerjaan berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 06.00 WIB, sedangkan pada akhir pekan dilaksanakan pukul 21.00 hingga 13.00 WIB khusus untuk pekerjaan di area ramp.
Corporate Secretary PT Marga Lingkar Jakarta, Rawiah Hijjah, mengatakan seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan keamanan pengguna jalan.
“Pekerjaan peningkatan perkerasan jalan ini merupakan bagian dari komitmen PT Marga Lingkar Jakarta dalam menjaga kualitas layanan jalan tol. Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat agar keselamatan petugas maupun pengguna jalan tetap terjaga,” kata Rawiah Hijjah.
Standar K3
Selama pekerjaan berlangsung, PT MLJ menerapkan berbagai prosedur pengamanan sesuai standar K3. Langkah tersebut meliputi pemeriksaan kelengkapan dan kelayakan seluruh peralatan kerja, pengecekan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh seluruh petugas sebelum pekerjaan dimulai, hingga pemasangan safety net atau jaring pengaman untuk mencegah material pekerjaan jatuh maupun berterbangan ke jalur lalu lintas.
Selain itu, penerangan tambahan dipasang di sepanjang lokasi pekerjaan guna menjaga jarak pandang bagi petugas maupun pengguna jalan pada malam hari.

Sebagai bentuk antisipasi, rambu-rambu peringatan telah dipasang mulai 500 meter sebelum area pekerjaan. Informasi mengenai lokasi pekerjaan dan kondisi lalu lintas juga disampaikan melalui sembilan Variable Message Sign (VMS) yang tersebar di sepanjang ruas tol serta akses masuk menuju Jalan Tol Kebon Jeruk–Ulujami.
Rawiah mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama melintas di lokasi pekerjaan.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar mematuhi batas kecepatan, memperhatikan rambu-rambu serta informasi pada VMS, dan mengikuti arahan petugas di lapangan sehingga perjalanan tetap aman, tertib, dan lancar,” katanya.
Pelayanan Optimal
PT Marga Lingkar Jakarta menegaskan bahwa peningkatan perkerasan jalan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan infrastruktur Jalan Tol Kebon Jeruk–Ulujami agar tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Sebagai informasi, PT Marga Lingkar Jakarta merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi W2 Utara Ruas Kebon Jeruk–Ulujami sepanjang 7,87 kilometer. Beroperasi sejak 2014, ruas tol ini menjadi bagian penting jaringan JORR 1 yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
Perusahaan memiliki komposisi kepemilikan saham sebesar 51 persen oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan 49 persen oleh PT Jakarta Marga Jaya yang merupakan bagian dari ASTRA Infra Group. Dalam operasionalnya, Jasamarga Kebon Jeruk–Ulujami mengelola sembilan gerbang tol yang melayani mobilitas masyarakat di kawasan Ciledug, Joglo, Meruya Selatan, dan Meruya Utara. (CHI)
Baca Juga: Bendungan Sidan Resmi Beroperasi, Layani Irigasi 9.598 Hektar















