Home Berita Rehabilitasi Bendung Pante Lhong Dipercepat, 6.562 Hektar Sawah di Aceh Segera Dialiri Air

Rehabilitasi Bendung Pante Lhong Dipercepat, 6.562 Hektar Sawah di Aceh Segera Dialiri Air

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi Bendung Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, berlangsung sesuai target agar ribuan hektare lahan pertanian segera kembali memperoleh pasokan air.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung progres pekerjaan di lokasi pada Rabu (29/7/2026). Peninjauan ini merupakan kunjungan keduanya untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan optimal sehingga petani dapat segera kembali mengolah lahan.

Dody menegaskan percepatan penanganan infrastruktur irigasi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar petani yang terdampak bencana hidrometeorologi dapat segera bangkit dan kembali berproduksi.

Ia menambahkan, kunjungannya ke lokasi bertujuan memastikan seluruh pekerjaan berlangsung sesuai rencana sehingga distribusi air dapat kembali menjangkau seluruh areal persawahan.

“Saya sudah dua kali ke sini, hanya untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama. Kita harus memastikan bahwa air ini tetap mengalir ke sawah-sawah yang paling jauh,” kata Dody dikutip Jumat (31/7/2026).

Banjir Bandang

Bendung D.I. Pante Lhong mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Kerusakan itu menghambat suplai air ke areal persawahan dan berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat. Karena itu, Kementerian PU mempercepat rehabilitasi sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus mendukung percepatan musim tanam dan penguatan ketahanan pangan nasional

Selain mempercepat penyelesaian bendung, Kementerian PU juga akan segera melakukan normalisasi jaringan irigasi agar distribusi air kembali optimal. Pemerintah turut mengevaluasi kondisi lahan yang terdampak sedimentasi akibat banjir.

Menurut Dody, lahan dengan endapan lumpur tipis akan dibersihkan agar dapat segera dimanfaatkan kembali. Sementara itu, lahan yang mengalami sedimentasi berat akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Kementerian Pertanian untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Untuk sawah-sawah yang sudah menjadi daratan, itu perlu kita diskusikan dengan Kementerian Pertanian. Kalau lumpurnya tidak terlalu tebal, mungkin bisa kita bantu membersihkannya. Tetapi kalau sudah terlalu tebal, tentu perlu penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Petani Sambut Baik Percepatan Pembangunan

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody didampingi Bupati Bireuen Mukhlis juga berdialog dengan para petani penerima manfaat. Mereka mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang dinilai membawa harapan baru bagi keberlanjutan usaha pertanian di kawasan tersebut.

Anggota Kelompok Tani Tanjung Jaya, Desa Juli, Zaki Alfiza, mengatakan kerusakan bendung selama ini menyebabkan petani kesulitan memperoleh air sehingga banyak lahan mengalami kekeringan dan gagal tanam.

Ia mengaku masyarakat semula memperkirakan proses rekonstruksi akan memakan waktu bertahun-tahun. Namun, percepatan yang dilakukan pemerintah membuat para petani optimistis dapat kembali bercocok tanam dalam waktu dekat.

“Kondisi petani di sini sangat membutuhkan air. Kami memperkirakan rekonstruksi bendung ini akan selesai lebih dari lima tahun, tetapi alhamdulillah hari ini kami melihat prosesnya jauh lebih cepat,” ujar Zaki.

Menurutnya, apabila pasokan air kembali normal, para petani menargetkan dapat memulai musim tanam pada Oktober 2026.

Sebanyak 6.562 hektar sawah yang berada di wilayah Kecamatan Peusangan dan Kecamatan Juli diharapkan kembali produktif setelah layanan irigasi pulih sepenuhnya.

Saat ini rehabilitasi Bendung D.I. Pante Lhong meliputi pengerukan sedimen pada bangunan intake, pembangunan emergency spillway, serta pembangunan cover dam dengan total panjang penanganan sekitar 150 meter. (CHI)

Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, Kementerian PU Pastikan Bendungan Karian Tetap Aman Penuhi Kebutuhan Air

Oleh:

Share