LOMBOK, LINTAS – PT ASDP Indonesia Ferry menetapkan terhitung mulai Senin (15/12/2024) sejak digunakan pada libur Nataru, layanan penyeberangan lintas Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, resmi beroperasi secara permanen.
“Lintasan tersebut akan menggantikan layanan penyeberangan di lintas Ketapang-Lembar,” kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, dalam keterangan ASDP, Selasa (9/1/2024).
Shelvy menjelaskan, ASDP berkomitmen untuk terus meningkatkan konektivitas masyarakat dari sektor pariwisata.
Sektor logistik dan sektor perekonomian melalui layanan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry) dari Jangkar, Situbondo, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
Baca: Hasil Transformasi Digital ASDP: Pengguna Ferizy Mencapai 1,8 Juta
“Dengan pengoperasian layanan penyeberangan di lintas Jangkar-Lembar menciptakan pola operasional yang jauh lebih lancar dan seamless, baik di Pelabuhan Ketapang maupun di Pelabuhan Jangkar,” kata Shelvy.
Saat ini kapal yang beroperasi melayani di lintas penyeberangan Jangkar-Lembar adalah KMP Jambo X milik PT Duta Bahari Menara Line.
KMP Tunu Pratama 5888 milik PT Raputra Jaya, dan KMP Parama Kalyani milik PT Jemla Ferry.
Selain itu, regulator tengah mempersiapkan enam kapal lainnya untuk membantu operasional dan pelayanan lintas penyeberangan Jangkar-Lembar.
Menambah Kapasitas Ketapang
“Dengan dioperasikannya layanan lintas penyeberangan Jangkar-Lembar ini menambah kapasitas (daya tampung) Pelabuhan Ketapang dan kapasitas (daya tampung) Jangkar-Lembar,” sambung Shelvy.
Pelabuhan Jangkar, Situbondo, memiliki jarak kurang lebih 65 km (dapat ditempuh sekitar 1 jam 32 menit) dari Ketapang.
Layanan operasional lintas penyeberangan dari Jangkar menuju Lembar memerlukan waktu pelayaran kurang lebih selama 15 jam pelayaran. (CHI)
Baca juga: 2,6 Juta Orang Manfaatkan Penyeberangan ASDP Selama Libur Nataru

























