Home Berita Penumpang KA Makassar–Parepare Naik 15 Persen, Kini Tembus 1 Juta

Penumpang KA Makassar–Parepare Naik 15 Persen, Kini Tembus 1 Juta

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pencapaian penting dalam pengembangan transportasi berbasis rel di Sulawesi Selatan. Hingga 3 Juli 2026, KA Makassar–Parepare telah melayani 1.001.002 pelanggan sejak pertama kali beroperasi pada Oktober 2022.

Capaian tersebut menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung mobilitas sehari-hari, mulai dari perjalanan bekerja, pendidikan, wisata, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada Semester I 2026 atau periode Januari–Juni, KA Makassar–Parepare melayani 172.015 pelanggan, meningkat 15,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 149.014 pelanggan. Dengan demikian, terdapat penambahan 23.001 pelanggan dalam enam bulan pertama tahun ini.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kereta api selalu memiliki kedekatan dengan masyarakat di setiap daerah yang dilayaninya.

“Kereta api selalu punya kedekatan dengan masyarakat. Di Sulawesi Selatan, kedekatan itu terlihat dari pertumbuhan pelanggan KA Makassar–Parepare dan capaian 1 juta pelanggan sejak awal beroperasi. Ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat menerima kereta api sebagai bagian dari mobilitasnya,” ujar Anne, dikutip Rabu (8/7/2026).

Nilai Strategis

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelanggan harian, keluarga, pelajar, pekerja, pelaku pariwisata, komunitas lokal, pelaku UMKM hingga komunitas pecinta kereta api yang turut menjadi bagian dari ekosistem perkeretaapian.

Anne menambahkan, KA Makassar–Parepare memiliki nilai strategis sebagai tonggak pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sulawesi. Kehadiran layanan ini memperluas manfaat transportasi publik berbasis rel di luar Pulau Jawa dan Sumatra, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, serta wilayah sekitarnya.

Pengembangan layanan tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan jaringan kereta api nasional. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan jaringan kereta api terus dipercepat guna memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan efisiensi transportasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Salah satu proyek strategis yang terus didorong pemerintah adalah penyelesaian pengoperasian KA Makassar–Parepare.

“Pernyataan Bapak Menteri Perhubungan menjadi penguat bahwa KA Makassar–Parepare punya peran penting, baik untuk mobilitas masyarakat maupun pengembangan konektivitas Sulawesi. Bagi KAI, pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat siap menjadikan kereta api sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Anne.

Jalur Kereta Api Makassar–Parepare memiliki panjang sekitar 144 kilometer dan merupakan bagian dari proyek Kereta Api Trans Sulawesi yang dirancang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Sulawesi. Jalur ini diharapkan tidak hanya melayani angkutan penumpang, tetapi juga mendukung distribusi logistik dan perpindahan barang secara lebih efisien.

Ke depan, jalur tersebut juga diproyeksikan terintegrasi dengan berbagai simpul transportasi seperti pelabuhan, terminal, kawasan ekonomi, serta destinasi wisata. Integrasi antarmoda tersebut diyakini akan memperluas manfaat layanan kereta api bagi masyarakat maupun dunia usaha.

“Ketika kereta api semakin terhubung dengan simpul transportasi lain, manfaatnya akan semakin terasa. Masyarakat punya pilihan perjalanan yang lebih mudah, pelaku usaha mendapat akses yang lebih baik, dan daerah memperoleh dorongan aktivitas ekonomi baru,” jelas Anne.

Memperkuat Budaya

Ia juga menilai pertumbuhan jumlah pelanggan mencerminkan kuatnya komunitas pengguna kereta api di Sulawesi Selatan. Antusiasme masyarakat, masukan pelanggan, hingga dukungan komunitas lokal menjadi modal penting dalam pengembangan layanan.

“Kereta api punya basis komunitas yang khas. Ada pelanggan harian, keluarga, pelajar, wisatawan, pedagang, UMKM, sampai komunitas pecinta kereta api. Mereka ikut membangun cerita kereta api di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

KAI berharap pencapaian satu juta pelanggan menjadi momentum untuk memperkuat budaya menggunakan transportasi publik di Sulawesi Selatan. Perseroan berkomitmen terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“KAI akan terus menjaga kepercayaan pelanggan melalui layanan yang aman, nyaman, tertib, dan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. KA Makassar–Parepare adalah bagian penting dari cerita baru perkeretaapian Indonesia di Sulawesi,” tutur Anne. (CHI)

Baca Juga: Anak Krakatau Siaga III, ASDP Siapkan Antisipasi Operasional Penyeberangan

Oleh:

Share