Normalisasi Sungai

Selain membuka akses jalan, Kementerian PU juga fokus pada normalisasi sungai yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang.
Salah satu titik yang mendapatkan perhatian khusus adalah sungai Cipelabuhan, yang mengalami pendangkalan parah akibat sedimentasi.
Pendangkalan sungai ini menghambat aliran air, menyebabkan sungai meluap dan merendam pemukiman di sekitarnya.
Dalam kunjungannya, Diana mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan 12 alat berat untuk melakukan pengerukan di lima sungai utama di Sukabumi, yaitu Cikaso, Cipelabuhan, Cimandiri, Cidolok, dan Ciletuh.
“Pengerukan sungai ini penting untuk memastikan air mengalir dengan lancar dan tidak meluap ke pemukiman. Kami akan terus melanjutkan pengerukan ini untuk menormalkan sungai,” jelas Diana.

Selain upaya perbaikan infrastruktur, Kementerian PU juga memperhatikan potensi terjadinya bencana lebih lanjut akibat curah hujan yang masih tinggi hingga Januari 2025.
“Kita harus terus berwaspada. Cuaca ekstrem masih akan berlangsung, dan kami harus siap mengantisipasi bencana serupa,” kata Diana.
Meskipun kerugian yang ditimbulkan dari kerusakan infrastruktur diperkirakan tidak lebih dari Rp 1 miliar, Kementerian PU berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah preventif agar masyarakat tidak menjadi korban lagi.
Secara keseluruhan, Kementerian PU telah mengambil langkah-langkah sistematis dan terkoordinasi untuk menangani dampak bencana banjir dan longsor di Sukabumi.
Dengan pengerahan alat berat untuk normalisasi sungai, pembukaan jalur yang terputus, serta upaya pencegahan jangka panjang, diharapkan situasi di Sukabumi dapat kembali normal dan mengurangi risiko bencana di masa mendatang. (GIT)
Baca Juga: Longsor dan Banjir di Sukabumi, Kementerian PU dan Pemda Lakukan Gerak Cepat































