JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan dan perbaikan 10 ruas jalan daerah di Provinsi Bali sepanjang total 20,78 kilometer melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan yang telah mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO) ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas sektor pangan, logistik, dan pariwisata.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa program IJD merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kemantapan jalan daerah guna mendukung agenda prioritas nasional, khususnya swasembada pangan dan energi.

“Peningkatan konektivitas akan mempercepat distribusi hasil produksi, membuka akses ke kawasan produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dody dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Terkendala Keterbatasan Anggaran
Menurut Dody, program tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Kebijakan ini memberi dukungan percepatan penanganan ruas jalan strategis yang diusulkan pemerintah daerah, terutama yang terkendala keterbatasan anggaran.
Di wilayah Jawa Timur–Bali, program IJD mencakup 42 paket pekerjaan sepanjang 108,35 kilometer. Khusus di Bali, seluruh paket telah rampung. Penanganan dilakukan di sejumlah kabupaten, yakni Jembrana, Tabanan, Buleleng, Badung, Klungkung, Karangasem, dan Gianyar.
“Ruas-ruas tersebut menghubungkan kawasan produksi pertanian, jalur distribusi logistik, pelabuhan perikanan, hingga destinasi pariwisata,” kata Dody.
10 Paket Pekerjaan
Adapun 10 paket pekerjaan yang telah selesai antara lain preservasi Jalan Awen–Pengambengan dan Simpang Tegal Badung Timur–Cupel di Jembrana; Jalan Banda–Nyanglan di Klungkung; Jalan Pulau Menjangan di Buleleng; Jalan Petang–Gunung Kaja di Badung; Jalan Simpang Kediri–Kapten Tendean–Batas Kediri serta Jalan Cengolo–Yeh Gangga di Tabanan; Jalan Ngurah Rai serta Jalan Selat–Pasar Agung di Karangasem; serta Jalan Wanayu–Klusu–Pejeng–Pesalakan di Gianyar.


Pelaksanaan program ini didukung anggaran APBN sebesar Rp 93,53 miliar dan menyerap sekitar 1.100 tenaga kerja selama masa konstruksi. Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Transaksi Gerbang Tol Sadang Resmi Pindah ke Gerbang Baru
Pemerintah menilai peningkatan kualitas jalan daerah di Bali tidak hanya mendukung sektor pertanian dan logistik, tetapi juga memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi wisata unggulan.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, mobilitas wisatawan menjadi lebih lancar, distribusi barang lebih efisien, serta aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Dody. (CHI)































