BENGKULU, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan penataan Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Melalui penataan kawasan tersebut, Danau Dendam Tak Sudah diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih representatif, nyaman, dan berdaya saing sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya difokuskan untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga diarahkan pada sektor-sektor produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk sektor pariwisata.
“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata,” kata Dody dikutip Selasa (21/7/2026).
Nilai Sejarah
Danau Dendam Tak Sudah merupakan salah satu ikon wisata Kota Bengkulu yang dikenal memiliki panorama alam sekaligus nilai sejarah dan budaya yang kuat. Nama danau ini berasal dari legenda masyarakat setempat mengenai kisah cinta yang tak pernah berakhir, sehingga menjadi bagian dari identitas budaya Bengkulu yang tetap lestari hingga kini.
Secara keseluruhan kawasan Danau Dendam Tak Sudah memiliki luas sekitar 577 hektar dengan luas genangan air mencapai 67 hektar. Adapun penataan yang dilakukan Kementerian PU mencakup area seluas sekitar 4 hektar di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.
Dalam proyek tersebut, berbagai fasilitas pendukung akan dibangun untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi Kancah Selera sebagai pusat kuliner, Panggung Kecik, Balai Temu, amfiteater dan Panggung Gedang, gedung ticketing, penataan lanskap, pembangunan jalan kawasan dan drainase, hingga pemasangan storytelling signage yang menyajikan informasi sejarah, budaya, serta legenda Danau Dendam Tak Sudah.
Keberadaan Kancah Selera diharapkan menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan beragam kuliner khas Bengkulu. Sementara Panggung Kecik dan Panggung Gedang akan menjadi ruang penyelenggaraan pertunjukan seni, budaya, maupun berbagai kegiatan masyarakat yang dapat memperkaya pengalaman wisata.
Wisata Edukatif
Selain itu, penataan lanskap dan pembangunan titik pandang sunrise view akan menambah daya tarik kawasan, sedangkan storytelling signage diharapkan memberikan pengalaman wisata yang lebih edukatif melalui penyampaian informasi mengenai sejarah kawasan, legenda masyarakat, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Penataan ini juga mendukung fungsi Danau Dendam Tak Sudah sebagai kawasan konservasi yang berada di wilayah Cagar Alam dan Taman Wisata Alam, sehingga pengembangan destinasi tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan dan budaya.
Proyek penataan kawasan tersebut dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 37,12 miliar. Pekerjaan dimulai pada 21 Mei 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026 dengan masa pelaksanaan selama 225 hari kalender.
Saat ini pekerjaan persiapan konstruksi telah berjalan sesuai jadwal dan terus dipercepat agar seluruh fasilitas dapat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pembangunan. Pelaksanaan proyek dikerjakan oleh PT Toleransi Aceh–PT Bengkel Kreatif Utama (KSO) sebagai kontraktor pelaksana dengan pengawasan PT Astadipati Duta Harindo–PT Surya Cipta Engineering (KSO).
Berlokasi sekitar 5,2 kilometer dari pusat Kota Bengkulu atau sekitar 15 menit perjalanan darat, Danau Dendam Tak Sudah dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Pulau Sumatera. (CHI)















