JAKARTA, LINTAS – PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) kembali memperkuat kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur nasional melalui proyek pembangunan Tower 4 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Proyek senilai Rp 151,9 miliar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan tinggi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing.
Pembangunan Tower 4 ITS diharapkan menghadirkan fasilitas akademik yang lebih modern, representatif, dan mampu menunjang kegiatan pendidikan, penelitian, serta inovasi di salah satu perguruan tinggi teknologi terkemuka di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo mengatakan, proyek tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Perolehan proyek ini mencerminkan komitmen PTPP dalam mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan yang modern, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Joko dalam keterangan resminya dikutip Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, kontrak pembangunan Tower 4 ITS memiliki nilai Rp 151,9 miliar dengan masa pelaksanaan selama 365 hari kalender, serta masa pemeliharaan selama 360 hari kalender setelah proyek selesai dikerjakan.
Menurutnya, pembangunan gedung baru tersebut tidak hanya akan meningkatkan kapasitas layanan pendidikan di lingkungan ITS, tetapi juga mendukung pemerataan akses terhadap fasilitas pendidikan tinggi yang berkualitas di Indonesia.
Kinerja Keuangan
Selain mencatatkan kontrak baru di sektor pendidikan, PTPP juga menunjukkan kinerja keuangan yang positif pada semester pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 196,51 persen secara tahunan menjadi Rp 193,47 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp65,25 miliar. Sejalan dengan peningkatan tersebut, laba per saham dasar naik dari Rp 11 menjadi Rp31 per lembar saham.
Meski demikian, pendapatan usaha perseroan mengalami penurunan sebesar 11,20 persen menjadi Rp 5,96 triliun dari sebelumnya Rp 6,71 triliun pada semester I 2025. Penurunan pendapatan tersebut turut memengaruhi laba kotor yang turun menjadi Rp 760,77 miliar dari Rp 922,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset PTPP hingga akhir Juni 2026 tercatat mencapai Rp 43,36 triliun, meningkat 0,87 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya. Liabilitas perusahaan naik menjadi Rp 38,99 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp 4,37 triliun.
Sementara itu, posisi kas dan setara kas berada di angka Rp 1,17 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir Juni 2025 yang sebesar Rp 2,54 triliun. (CHI)















