JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (18/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan yang dibangun pemerintah untuk mendukung anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Dalam kesempatan itu, Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia. Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang nyaman dan lengkap bagi para siswa. Mereka memperoleh fasilitas pendidikan, perlengkapan sekolah, tempat tinggal di asrama, hingga kebutuhan makan sehari-hari sehingga dapat fokus mengikuti proses pembelajaran.
“Anak-anak yang selama ini belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan kini bisa belajar di tempat yang layak dengan fasilitas yang lengkap. Ini merupakan bentuk perhatian negara kepada generasi penerus bangsa,” ujar Dody dikutip Senin (20/7/20260.
Saat berada di lokasi, Menteri Dody menyempatkan diri menyapa para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Suasana berlangsung hangat ketika sejumlah siswa meminta tanda tangan pada kartu identitas mereka. Ia juga meninjau kantin sekolah untuk memastikan pelayanan makan siang berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan peserta didik.

Kapasitas Hingga 1.080 Siswa
Tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang menerima sebanyak 263 peserta didik baru, terdiri atas 89 siswa jenjang SD, 87 siswa SMP, dan 87 siswa SMA. Seluruh siswa akan menjalani pendidikan dengan sistem berasrama yang telah disiapkan pemerintah.
Selain meninjau proses pembelajaran, Dody turut mengecek kondisi bangunan dan fasilitas pendukung. Secara umum, ia menilai kualitas konstruksi sekolah sudah baik. Meski demikian, ia meminta pengelola memberikan perhatian pada aspek pemeliharaan, terutama penyediaan tempat sampah di setiap kamar mandi agar kebersihan tetap terjaga dan saluran drainase tidak tersumbat.
Ia menilai langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga fungsi infrastruktur sekolah tetap optimal dalam jangka panjang, sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih di lingkungan asrama.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektar dengan konsep kawasan pendidikan terpadu. Fasilitasnya meliputi ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama putra dan putri, masjid, rumah ibadah, serta berbagai sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan voli.
Sekolah ini dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa, sehingga mampu menampung lebih banyak peserta didik dari berbagai daerah. Untuk menunjang operasional, pemerintah juga melengkapi kawasan sekolah dengan infrastruktur dasar yang memadai.



Pasokan air bersih berasal dari jaringan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dengan kapasitas 2 liter per detik, sementara sistem pengendalian air hujan menggunakan kolam retensi yang terhubung dengan jaringan drainase kawasan. Optimalisasi koneksi drainase menuju sistem kota akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah. (CHI)
Baca Juga: 14 Perjalanan Kereta Jarak Jauh Jadi Lokasi Nobar Final Bola Gembira 2026, Cek Daftarnya















