MERAUKE, LINTAS – Pembangunan Jalan Kawasan Sentra Produksi Pangan dan Energi Nasional (KSPAN) Wanam–Muting terus dipercepat sebagai infrastruktur utama yang akan menopang pengembangan lumbung pangan nasional di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Jalan sepanjang 135 kilometer tersebut diproyeksikan menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian sekaligus membuka keterisolasian kawasan yang selama ini sulit dijangkau.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan Andre Sahat Tua Sirait, S.T., M.T. mengatakan pembangunan ruas Wanam–Muting merupakan program strategis nasional yang mendukung agenda swasembada pangan pemerintah. Hal itu disampaikan Andre saat wawancara khusus dengan Majalah Lintas di Merauke, Jumat (17/7/2026).
Menurut Andre, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap karena kondisi geografis kawasan didominasi lahan rawa dan gambut yang membutuhkan penanganan konstruksi khusus.
“Saat ini pembangunan masih berproses. Yang sudah berhasil dibuka sekitar 58 kilometer. Tahapan pekerjaan sekarang fokus pada penimbunan dan persiapan soil improvement karena karakter tanah di lokasi cukup menantang,” ujar Andre.

Jalan Jadi Syarat Utama
Ia menjelaskan kawasan Wanam–Muting diproyeksikan menjadi bagian dari Kawasan Sentra Produksi Pangan dan Energi Nasional (KSPAN) yang direncanakan memiliki potensi pengembangan hingga 1 juta hektar lahan pertanian. Keberadaan jalan menjadi prasyarat utama agar distribusi alat pertanian, logistik, maupun hasil panen dapat berjalan efisien.
Sejalan dengan percepatan tersebut, pemerintah pusat juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pembangunan pelabuhan di Wanam telah selesai, pembangunan jalan telah mencapai sekitar 58 kilometer menuju target 135 kilometer, sementara bandara juga sedang dipersiapkan. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut menjadi pusat produksi pangan baru di Indonesia Timur.
Andre menambahkan, BPJN Papua Selatan juga mengarahkan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) untuk mendukung sentra-sentra pertanian dan perkebunan di Merauke sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan kawasan KSPAN, tetapi juga masyarakat di wilayah produksi lainnya.
“Baik tahun lalu maupun tahun ini, IJD kami fokus mendukung kawasan pertanian, perkebunan, dan sentra produksi pangan agar distribusi hasil masyarakat semakin lancar,” katanya.
Meski demikian, pembangunan di Papua Selatan masih menghadapi tantangan besar berupa tingginya biaya logistik dan keterbatasan material konstruksi. Sebagian besar agregat harus didatangkan dari luar daerah melalui jalur laut sehingga waktu pengiriman sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Material menjadi tantangan terbesar kami. Agregat harus dikirim melalui laut sehingga biaya konstruksi jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain,” ungkap Andre.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, BPJN menerapkan teknologi soil improvement dengan memanfaatkan material lokal agar pembangunan tetap berjalan efektif. Andre optimistis pembangunan Jalan Wanam–Muting akan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Papua Selatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Target kami tahun ini jalan di Wanam sudah mulai fungsional dan pekerjaan soil improvement terus berjalan sehingga pembangunan dapat dipercepat,” pungkasnya. (PAH/ROY)
Baca Juga: Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat Semarang, Fasilitas Modern untuk 1.080 Siswa















