JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 25.000 liter air irigasi untuk membantu mempertahankan tanaman padi di lahan seluas 18,6 hektar di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terancam kekurangan air dan berpotensi mengalami gagal panen.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan sekaligus respons terhadap dampak kekeringan, termasuk dengan mengoptimalkan sumber daya air dan infrastruktur yang tersedia.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Dody dikutip Senin (31/8/2026).

Penyaluran air dilakukan Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram pada Kamis (27/8/2026), di Daerah Irigasi (DI) Mamak, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa.
Distribusi berlangsung selama tujuh jam, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Untuk mengangkut air ke lokasi persawahan, BBWS Nusa Tenggara I mengerahkan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dengan total lima kali perjalanan.
Bantuan air tersebut diperuntukkan bagi sekitar 40 petani yang mengusahakan tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II. Saat distribusi dilakukan, tanaman padi rata-rata telah berusia sekitar 70 hari sehingga pemenuhan kebutuhan air menjadi penting untuk menjaga tanaman hingga masa panen.
Optimalkan Sumber Air Alternatif
DI Mamak memiliki luas layanan sekitar 3.800 hektar dengan sumber utama air berasal dari Bendungan Mamak. Namun, dalam kondisi kekeringan, ketersediaan air untuk lahan pertanian menghadapi tekanan.
Karena itu, BBWS Nusa Tenggara I juga mengupayakan sumber air alternatif dari Sungai Lape. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan air buangan irigasi melalui proses pemompaan untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman di areal persawahan yang terdampak.
Distribusi air dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan ketersediaan sumber air di lapangan. Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan air bagi areal pertanian yang masih memungkinkan diselamatkan dapat terpenuhi.
Baca Juga: Menteri PU: Fasilitas Publik Terdampak Gempa NTT Dibangun Kembali dengan Jaga Kearifan Lokal
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada pangan di tengah ancaman kekeringan.
Warga Kota Bima Juga Dapat Bantuan Air Bersih
Selain membantu sektor pertanian di Sumbawa, Kementerian PU melalui BBWS Nusa Tenggara I Mataram juga menyalurkan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kota Bima.
Distribusi dilakukan pada hari yang sama, Kamis (27/8/2026), di Lingkungan Bina Baru, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana E Barat, Kota Bima. Sebanyak 4.700 liter air bersih disalurkan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 4.700 liter. Distribusi berlangsung mulai pukul 16.05 hingga 18.30 WITA.
Bantuan tersebut ditujukan bagi 145 kepala keluarga atau sekitar 225 jiwa yang terdampak kekeringan di kawasan permukiman warga.
Air bersih berasal dari sumber air yang berada dalam kondisi normal dan kemudian diangkut menggunakan truk tangki menuju lokasi penanganan. Jarak antara sumber air dan lokasi distribusi sekitar lima kilometer.
Pelaksanaan distribusi berlangsung lancar dengan kondisi cuaca cerah dan akses menuju lokasi yang dapat dilalui dengan baik. Perwakilan masyarakat sekaligus Babinsa Kelurahan Dara, Sahrul Akbar, mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada warga.
“Masyarakat setempat berterima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan oleh BBWS Nusa Tenggara I Mataram,” ujar Sahrul. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Perkuat Pasokan Air untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan Jambi












