JAKARTA, LINTAS – Sebanyak 375 unit infrastruktur sanitasi dibangun di sejumlah wilayah Sumatera Utara sepanjang 2026. Program tersebut dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi dengan melibatkan tenaga kerja lokal melalui pola padat karya.
Pembangunan ini menyasar sejumlah kabupaten dan kota, terutama wilayah yang membutuhkan peningkatan akses terhadap fasilitas sanitasi dasar. Selain menyediakan sarana sanitasi, pelaksanaan program juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat menjadi salah satu program yang mendapat perhatian karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami memberikan perhatian khusus pada Infrastruktur Berbasis Masyarakat. IBM ini sangat penting karena dampaknya paling dekat dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dari sisi fisik maupun dari sisi ekonomi,” kata Dody dikutip Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Badan Otorita: “Giant Sea Wall” Pantura Lindungi 48 Juta Penduduk dan Ekonomi Nasional
Program IBM Sanitasi 2026 di Sumatera Utara terdiri atas Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK). Pembangunannya tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Padang Lawas.




Dari total tersebut, Kabupaten Deli Serdang mendapat porsi terbesar dengan pembangunan 207 unit Sanimas dan satu unit Sanitasi LPK.
Selanjutnya, di Kabupaten Serdang Bedagai dibangun 161 unit Sanimas dan dua unit Sanitasi LPK. Sementara itu, masing-masing satu unit Sanitasi LPK dibangun di Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Padang Lawas.
Fasilitas Sanitasi untuk Masyarakat
Fasilitas Sanimas yang dibangun mencakup sejumlah sarana dasar, antara lain bilik kamar mandi, grease trap, tangki septik, dan sumur resapan.
Adapun fasilitas Sanitasi LPK meliputi bilik kamar mandi dan toilet, tempat cuci tangan, tempat wudu, tempat cuci pakaian, serta bangunan pengolahan air limbah.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi yang lebih layak sekaligus mendukung lingkungan permukiman yang lebih sehat.
Libatkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Tak hanya membangun fasilitas sanitasi, program IBM Sanitasi 2026 juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pola pelaksanaan padat karya.
Hingga saat ini, 90 tenaga kerja lokal telah terlibat dalam pembangunan dengan total 736 Hari Orang Kerja (HOK).
Untuk pembangunan Sanimas, tercatat 60 pekerja terlibat dengan total 433 HOK. Sementara pembangunan Sanitasi LPK melibatkan 30 pekerja dengan total 303 HOK.
Pelibatan masyarakat sejak tahap pembangunan membuat manfaat program tidak hanya dirasakan setelah fasilitas selesai dan digunakan, tetapi juga selama proses pengerjaan berlangsung. Saat ini, pembangunan IBM Sanitasi di Sumatera Utara masih berjalan dan ditargetkan selesai pada 30 November 2026.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kepri Dikebut, Tiga Lokasi Ditargetkan Rampung Juni 2027












