Home Berita Travoy Jasa Marga Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Apa Saja Fiturnya?

Travoy Jasa Marga Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Apa Saja Fiturnya?

Share

JAKARTA, LINTAS – Mobilitas masyarakat kini semakin erat kaitannya dengan kebutuhan hunian dan aktivitas sehari-hari. Melihat keterhubungan tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menghadirkan Travoy Center dalam Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, 27–30 Agustus 2026.

Melalui ruang interaktif tersebut, Jasa Marga memperkenalkan Aplikasi Travoy sebagai bagian dari ekosistem digital yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna dalam berbagai tahapan perjalanan, mulai dari persiapan sebelum berangkat (pre-journey), selama perjalanan (on-journey), hingga setelah perjalanan (post-journey).

Kehadiran Travoy Center sekaligus memperlihatkan bagaimana hunian dan mobilitas menjadi dua hal yang saling berkaitan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal, tetapi juga membutuhkan akses mobilitas yang aman, nyaman, dan terhubung untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan keikutsertaan Perseroan dalam Danantara Housing Expo 2026 merupakan bagian dari upaya menghadirkan transformasi layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi Jasa Marga untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terintegrasi, tidak hanya melalui infrastruktur jalan tol, tetapi juga melalui layanan digital.

“Jasa Marga tidak hanya menghubungkan jalan, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Melalui kehadiran Travoy Center di Danantara Housing Expo 2026, kami ingin mengajak masyarakat merasakan langsung bagaimana pengalaman ‘Seamless Way to Go’, yang menghadirkan mobilitas yang lebih praktis melalui konektivitas berbagai layanan dalam satu ekosistem digital yang semakin terhubung,” ujar Rivan.

Dukungan Digital di Berbagai Tahapan Perjalanan

Ekosistem Travoy dirancang untuk membantu pengguna dalam berbagai kebutuhan perjalanan. Saat memasuki jalan tol, misalnya, pengguna dapat memanfaatkan sejumlah layanan digital, mulai dari digital receipt, top up, hingga transaksi nirsentuh menggunakan stiker berbasis Radio Frequency Identification (RFID).

Baca Juga: Giant Sea Wall Pantura Diarahkan Jadi Sistem Perlindungan Terintegrasi

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan transaksi perjalanan yang lebih praktis sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transaksi secara konvensional.

Sementara ketika pengguna membutuhkan waktu beristirahat dalam perjalanan, informasi mengenai fasilitas di tempat istirahat dapat diakses melalui Travoy Rest. Layanan ini memberikan informasi fasilitas pendukung perjalanan, termasuk keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Tidak kalah penting, aspek bantuan dan keselamatan perjalanan juga menjadi bagian dari ekosistem layanan tersebut. Pengguna yang menghadapi kendala di perjalanan dapat mengakses One Call Center 133 untuk memperoleh bantuan, termasuk layanan derek serta dukungan petugas di lapangan.

Dengan berbagai layanan tersebut, Travoy dikembangkan tidak sekadar sebagai aplikasi informasi perjalanan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem digital yang mendampingi pengguna sejak sebelum melakukan perjalanan hingga perjalanan selesai.

Pengunjung Diajak Merasakan Langsung Pengalaman Travoy

Untuk memberikan pengalaman yang lebih dekat kepada masyarakat, Travoy Center menghadirkan berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat memperoleh edukasi mengenai fitur-fitur Aplikasi Travoy sekaligus mencoba secara langsung pengalaman digital yang ditawarkan.

Jasa Marga juga menggelar mini talkshow bertajuk “Connected & Seamless Mobility Experience with Travoy”. Sesi tersebut membahas pengalaman perjalanan dari perspektif pengguna serta bagaimana teknologi dapat mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat.

Mini talkshow menghadirkan figur publik Gilang Dirga dan Lania Fira, yang turut berbagi pengalaman serta pandangan mereka mengenai perjalanan dan pemanfaatan teknologi dalam menunjang mobilitas.

Kehadiran ruang interaktif ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah memahami manfaat berbagai layanan digital yang dikembangkan Jasa Marga sekaligus melihat keterkaitannya dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Hunian dan Mobilitas dalam Satu Ekosistem

Danantara Housing Expo 2026 sendiri merupakan pameran terintegrasi yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem perumahan. Pameran tersebut tidak hanya menghadirkan pilihan hunian, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, serta berbagai pelaku industri terkait.

Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, mengatakan Danantara Housing Expo diharapkan menjadi platform yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai hunian sekaligus berbagai alternatif pembiayaan.

“Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah, tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan. Kami berharap kehadiran berbagai pilihan hunian dan alternatif pembiayaan dapat semakin memudahkan masyarakat mendapatkan informasi dan memilih rumah sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Maruarar.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Travoy Center membawa perspektif bahwa kebutuhan hunian tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan mobilitas. Akses menuju dan dari kawasan tempat tinggal menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.

Perkuat Transformasi Digital

Jasa Marga terus mendorong transformasi digital dengan menempatkan kebutuhan pengguna sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan inovasi layanan.

Melalui Aplikasi Travoy, Perseroan berupaya membangun ekosistem digital yang dapat mendukung perjalanan masyarakat secara lebih terintegrasi. Mulai dari persiapan perjalanan, transaksi di jalan tol, informasi fasilitas istirahat, hingga layanan bantuan ketika terjadi kendala, seluruhnya diarahkan untuk memberikan pengalaman mobilitas yang lebih praktis.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Transformasi digital tersebut selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita keempat yang menekankan penguatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi serta inovasi.

Ke depan, Jasa Marga menilai pengembangan ekosistem digital akan menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya berorientasi pada konektivitas infrastruktur, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang semakin lancar, aman, nyaman, dan terhubung bagi masyarakat. (CHI)

Baca Juga:

Oleh:

Share