JAKARTA, LINTAS – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan meluncurkan zona pick up dan drop off layanan angkutan perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra), sekaligus layanan angkutan antarmoda rute Balikpapan–IKN.
Peluncuran yang berlangsung di Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, Kalimantan Timur, Kamis (27/8/2026), menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan mobilitas yang aman, selamat, terjangkau, serta terintegrasi bagi masyarakat di Balikpapan dan kawasan penyangga IKN.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan, penguatan konektivitas tersebut diperlukan untuk membangun sistem transportasi darat yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan penyangga IKN.
“Adanya layanan ini tentu untuk mewujudkan sistem transportasi darat yang terintegrasi, tertib, efisien dan berkelanjutan. Sebagai kawasan penyangga IKN, memerlukan sistem transportasi yang menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Aan dikutip Sabtu (29/8/2026).
Menurut dia, integrasi antarmoda menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat. Karena itu, pengembangan layanan tidak hanya diarahkan pada transportasi jalan, tetapi juga menghubungkan simpul transportasi laut, udara, hingga kawasan strategis seperti IKN.



Tiga Koridor Bacitra
Dalam pengembangannya, Bacitra saat ini melayani tiga koridor dengan dukungan armada yang disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat.
Koridor 1 melayani rute Pelabuhan Semayang–Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan pulang-pergi (PP), dengan sembilan unit bus beroperasi dan satu unit sebagai cadangan.
Sementara itu, Koridor 2A melayani rute Terminal Batu Ampar melalui Jalan MT Haryono dengan pola perjalanan looping. Layanan ini didukung enam unit bus operasional dan satu unit cadangan.
Adapun Koridor 2B melayani rute Terminal Batu Ampar melalui Jalan Ahmad Yani dengan pola looping, menggunakan enam unit bus operasional dan satu unit cadangan.
Kehadiran tiga koridor tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik sekaligus mendukung pergerakan dari dan menuju berbagai pusat kegiatan di Kota Balikpapan.
Hubungkan Pelabuhan, Bandara, hingga IKN
Selain layanan perkotaan, Ditjen Hubdat juga meluncurkan layanan angkutan antarmoda yang menghubungkan sejumlah simpul transportasi utama di Balikpapan dengan IKN.
Rute yang dilayani meliputi Pelabuhan Semayang–Bandara SAMS Balikpapan–Terminal Tipe A (TTA) Batu Ampar–IKN melalui Tol Samboja. Layanan tersebut memiliki panjang lintasan sekitar 127 kilometer.
Sebanyak tujuh armada bus berkapasitas 25 penumpang disiapkan untuk melayani rute tersebut. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar tiga jam dengan headway atau jarak waktu antarbus selama 60 menit.
Aan menilai Pelabuhan Semayang memiliki posisi strategis sebagai salah satu simpul transportasi laut di Balikpapan. Dengan adanya zona pick up dan drop off yang terintegrasi, penumpang diharapkan dapat berpindah moda dengan lebih mudah untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Bacitra maupun angkutan antarmoda Balikpapan–IKN.
“Integrasi transportasi ini perlu untuk terus dikembangkan demi memperkuat keterhubungan antara transportasi jalan, laut, udara dan kawasan strategis lainnya,” katanya.
Dorong Kawasan Berorientasi Transit
Selain Pelabuhan Semayang, Plaza Balikpapan juga dinilai memiliki potensi penting dalam pengembangan transportasi publik perkotaan. Sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat dan kawasan komersial, kawasan tersebut memiliki intensitas pergerakan yang tinggi sehingga dapat menjadi bagian dari pengembangan transportasi yang terintegrasi.
Aan mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan dalam pengembangan layanan transportasi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah kota dan provinsi Kalimantan Timur. Kami harap ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan yang berorientasi pada transit atau Transit Oriented Development (TOD) sesuai karakteristik dan prinsip penyelenggaraan transportasi jalan,” tuturnya.
Pengembangan konektivitas Balikpapan–IKN melalui Bacitra dan layanan antarmoda tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pilihan perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ekosistem transportasi publik yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di kawasan Kalimantan Timur. (CHI)
Baca Juga: Transportasi Jabodetabek Diperkuat, Ditjen Intram Kemenhub Gandeng JICA












