Home Berita Tiga Tahun LRT Jabodebek, 75,9 Juta Pelanggan Telah Terlayani

Tiga Tahun LRT Jabodebek, 75,9 Juta Pelanggan Telah Terlayani

Share

JAKARTA, LINTAS — Sejak perjalanan perdana pada 28 Agustus 2023 hingga 27 Agustus 2026, LRT Jabodebek tercatat telah melayani 75.937.674 pelanggan yang menggunakan layanan tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari ekosistem transportasi masyarakat di Jakarta, Cibubur, dan Bekasi. Layanan ini tidak hanya menghubungkan kawasan hunian dengan pusat kegiatan, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi gambaran meningkatnya peran LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan transportasi publik di kawasan perkotaan.

“Selama tiga tahun, LRT Jabodebek telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat. Setiap perjalanan yang dilayani membawa aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, pendidikan, hingga berbagai kegiatan lainnya,” kata Anne dari keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Pelanggan Terus Bertumbuh

Sejak resmi beroperasi, jumlah pelanggan LRT Jabodebek menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Pada 2023, LRT Jabodebek melayani 4.562.673 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 21.055.870 pelanggan pada 2024, kemudian kembali bertambah menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025.

Sementara itu, sepanjang periode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026, LRT Jabodebek telah mencatat 21.502.344 pelanggan. Dengan demikian, hingga sehari sebelum memasuki tahun keempat operasionalnya, total pelanggan yang telah dilayani mencapai lebih dari 75,9 juta perjalanan.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa keberadaan LRT Jabodebek semakin diterima sebagai bagian dari kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi.

Mengandalkan Teknologi GoA3

Di balik pertumbuhan layanan tersebut, LRT Jabodebek mengandalkan teknologi Grade of Automation Level 3 (GoA3). Sistem ini memungkinkan perjalanan kereta didukung oleh teknologi kendali otomatis modern dengan tetap melibatkan petugas operasional untuk memastikan keselamatan dan keandalan perjalanan.

Menurut Anne, penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari pengembangan transportasi nasional. “LRT Jabodebek menjadi salah satu pencapaian transportasi nasional melalui penerapan teknologi modern karya anak bangsa yang terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman perjalanan semakin baik bagi masyarakat,” tutur Anne.

Teknologi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi yang semakin efisien, andal, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang membutuhkan konektivitas cepat serta terintegrasi.

Dorong Operasional yang Lebih Berkelanjutan

Selain mengembangkan teknologi operasional, LRT Jabodebek juga menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan layanan.

Salah satu penerapannya terlihat melalui penggunaan Automatic Train Wash Plant (ATWP). Fasilitas tersebut memungkinkan air bekas proses pencucian sarana diolah kembali sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses pencucian berikutnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mendukung operasional transportasi publik yang lebih memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Dua Lintas Jadi Penghubung Aktivitas Masyarakat

Selama tiga tahun perjalanan, LRT Jabodebek mengoperasikan dua lintas utama, yakni Lintas Cibubur dan Lintas Bekasi, yang menghubungkan kawasan penyangga Jakarta dengan pusat aktivitas perkotaan.

Lintas Cibubur dengan rute Dukuh Atas–Harjamukti mencatat 113,8 juta volume aktivitas pelanggan selama periode 28 Agustus 2023 hingga 27 Agustus 2026.

Lintas ini menghubungkan pusat aktivitas Jakarta dengan sejumlah kawasan di sepanjang jalur, antara lain Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, hingga Harjamukti.

Sementara itu, Lintas Bekasi dengan rute Dukuh Atas–Jatimulya mencatat 119,7 juta volume aktivitas pelanggan dalam periode yang sama.

Lintas tersebut melayani kawasan Halim, Jatibening, Cikunir, Bekasi Barat, hingga Jatimulya yang terus berkembang sebagai kawasan hunian maupun pusat aktivitas ekonomi.

Besarnya volume aktivitas pelanggan di kedua lintas tersebut menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat yang ditopang oleh keberadaan LRT Jabodebek.

Lima Stasiun dengan Aktivitas Tertinggi

Berdasarkan total aktivitas pelanggan yang dihitung dari volume in dan volume out, terdapat lima stasiun dengan volume tertinggi selama tiga tahun operasional.

Posisi pertama ditempati Stasiun Dukuh Atas dengan volume mencapai 22.902.568. Selanjutnya, Stasiun Harjamukti mencatat 17.626.923 volume, disusul Stasiun Kuningan sebanyak 13.696.649 volume.

Di posisi keempat terdapat Stasiun Cikoko dengan 12.281.605 volume, sementara Stasiun Pancoran berada di posisi kelima dengan 10.091.800 volume.

Tingginya aktivitas di sejumlah stasiun tersebut sekaligus menggambarkan peran LRT Jabodebek dalam menghubungkan kawasan permukiman, perkantoran, pusat bisnis, dan simpul transportasi lainnya.

Layanan Terus Dikembangkan

Memasuki tahun keempat operasional, KAI memastikan peningkatan kualitas layanan LRT Jabodebek akan terus dilakukan. Keandalan perjalanan, kenyamanan pelanggan, serta pengembangan inovasi menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Anne menegaskan, kepercayaan pelanggan menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan LRT Jabodebek.

“Kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam perjalanan LRT Jabodebek. Kami akan terus menjaga kualitas layanan, meningkatkan keandalan perjalanan, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (CHI)

Baca Juga: Masuk Daftar BUMN Karya Sehat, Brantas Abipraya Fokus Perkuat GRC

Oleh:

Share