JAKARTA, LINTAS — Di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air merehabilitasi dan merekonstruksi Daerah Irigasi (DI) Lawe Alas/Kutacane Lama untuk memperkuat layanan irigasi sekaligus mendukung produktivitas pertanian.
Penanganan tersebut dilakukan di Desa Biak Muli Pante Raja, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Pekerjaan ini ditujukan untuk meningkatkan keandalan jaringan irigasi yang melayani lahan pertanian seluas 398 hektare.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keandalan layanan air bagi sektor pertanian. Infrastruktur irigasi yang berfungsi optimal dinilai turut berperan dalam mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
“Kementerian PU terus memastikan infrastruktur irigasi dapat berfungsi secara optimal sehingga ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi infrastruktur dan kebutuhan layanan di lapangan,” kata Dody dikutip JKumat (28/8/2026).

Tangani Saluran Sepanjang 0,80 Kilometer
Rehabilitasi dan rekonstruksi DI Lawe Alas/Kutacane Lama dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I sebagai bagian dari kegiatan irigasi permukaan, rawa, dan non-padi tahun 2026.
Pekerjaan konstruksi tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp 9,28 miliar dengan masa pelaksanaan selama 147 hari kalender. Lingkup pekerjaan mencakup penanganan jaringan saluran irigasi sepanjang 0,80 kilometer.
Dari pekerjaan tersebut, outcome yang ditargetkan adalah meningkatnya layanan irigasi untuk lahan pertanian seluas 398 hektar. Dengan dukungan jaringan irigasi yang lebih baik, ketersediaan air di kawasan pertanian diharapkan dapat terjaga secara lebih optimal.
Pemerintah juga menempatkan aspek kualitas sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan dilakukan agar hasil rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya memenuhi target fisik, tetapi juga mampu menjalankan fungsi layanan irigasi secara berkelanjutan.
“Kita tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi dan fungsi layanan irigasi dapat berjalan dengan baik,” tambah Dody. (CHI)
Baca Juga: Tiga Tahun LRT Jabodebek, 75,9 Juta Pelanggan Telah Terlayani












