JAKARTA, LINTAS – Di tengah tekanan dan dinamika industri konstruksi nasional, Brantas Abipraya mampu mempertahankan kinerja dan tata kelola perusahaan hingga masuk dalam jajaran tiga BUMN Karya yang dinilai sehat oleh Danantara. Capaian tersebut dinilai menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat fondasi bisnis secara berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan penilaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja serta tata kelola di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor konstruksi.
“Menanggapi pernyataan Danantara yang menempatkan Brantas Abipraya sebagai salah satu dari tiga BUMN Karya yang sehat, kami memandang hal tersebut sebagai apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja dan tata kelola di tengah dinamika industri konstruksi yang penuh tantangan,” kata Dian saat dihubungi Lintas, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, kondisi perusahaan yang sehat tidak semata-mata ditentukan oleh capaian bisnis dan keuangan. Aspek tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko, kepatuhan, hingga keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam membangun fondasi perusahaan yang kuat.
“ Kesehatan perusahaan tidak hanya tercermin dari capaian bisnis dan keuangan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), memperkuat Governance, Risk Management, and Compliance (GRC), serta mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Fokus pada Keuangan dan Pengendalian Risiko
Dian menjelaskan, tantangan industri konstruksi saat ini menuntut perusahaan untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan dan risiko. Untuk itu, Brantas Abipraya menempatkan pengelolaan keuangan yang prudent sebagai salah satu prioritas dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
Selain itu, perusahaan terus memperkuat pengendalian risiko dengan pendekatan yang terukur. Efisiensi operasional dan budaya kepatuhan juga menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk menjaga kualitas kinerja di seluruh lini.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor konstruksi saat ini, Brantas Abipraya terus berfokus pada pengelolaan keuangan yang prudent, pengendalian risiko yang terukur, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi,” kata Dian.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga performa perusahaan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi keberlanjutan usaha dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi BUMN tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target bisnis, tetapi juga bagaimana perusahaan membangun sistem pengelolaan yang sehat, transparan, adaptif, dan mampu menghadapi risiko bisnis.
Perkuat Inovasi dan Keberlanjutan
Ke depan, Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja melalui inovasi dan penguatan tata kelola perusahaan. Pengelolaan risiko yang efektif serta penerapan prinsip keberlanjutan juga akan terus menjadi bagian dari strategi perusahaan.
Dian menegaskan, langkah tersebut akan diselaraskan dengan arah transformasi BUMN serta kebutuhan dan harapan para pemangku kepentingan.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui inovasi, tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang efektif, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang selaras dengan arah transformasi BUMN dan harapan para stakeholder,” tuturnya. (CHI)
Baca Juga: Tiga BUMN Karya Ini Dinilai Sehat, Danantara Siapkan Reformasi












