TANGERANG, LINTAS – Upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau kembali mendapat dorongan melalui Danantara Housing Expo 2026. Pameran yang mempertemukan pengembang, perbankan, pemerintah, dan masyarakat tersebut resmi dibuka di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, percepatan penyediaan rumah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Danantara Housing Expo menjadi salah satu contoh konkret sinergi untuk memperluas akses kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Program perumahan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dan hari ini kita melihat kolaborasi tersebut berjalan nyata,” ujar Maruarar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Danantara Indonesia, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BP Tapera, perbankan syariah, pengembang, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.
Pembiayaan Perumahan Terus Diperkuat
Pemerintah, kata Maruarar, terus memperkuat sisi pembiayaan agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah. Salah satu instrumen yang didorong adalah Kredit Program Perumahan atau KUR Perumahan dengan dukungan pembiayaan mencapai Rp 130 triliun dan tingkat bunga sebesar 5 persen.
Kebijakan tersebut turut diperkuat Bank Indonesia melalui relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5 persen menjadi 4 persen. Kebijakan ini memberikan tambahan likuiditas perbankan sekitar Rp 80 triliun.




Tambahan likuiditas tersebut kemudian turut mendukung peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) secara nasional, dari sebelumnya 220.000 unit menjadi 350.000 unit.
Dampak penguatan pembiayaan itu telah terlihat melalui pelaksanaan akad massal KPR subsidi pada 30 Juli 2026. Sebanyak 62.710 unit KPR subsidi dilakukan akad secara serentak di 36 provinsi dan 372 kabupaten/kota.
Pada momentum yang sama, pemerintah juga mencatat akad KUR Perumahan senilai Rp 880 miliar yang diberikan kepada sekitar 7.100 debitur.
Menurut Maruarar, rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem pembiayaan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat akses masyarakat terhadap hunian.
Bukan Sekadar Pameran Properti
Maruarar menilai Danantara Housing Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang promosi properti. Pameran tersebut dinilai memiliki peran strategis karena mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan, serta berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem.
“Saya melihat Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah, tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” katanya.
Kehadiran beragam pilihan hunian dan alternatif pembiayaan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum menentukan pilihan rumah sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Pemerintah juga berharap pameran tersebut menghasilkan transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, serta memberikan dampak berganda terhadap perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.
“Kita ingin kegiatan ini mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dan lapangan kerja,” ujar Maruarar.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Danantara, termasuk COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, atas kerja sama dalam penyelenggaraan pameran tersebut.
Hadirkan 130 Lebih Pengembang
Danantara Housing Expo 2026 berlangsung hingga Minggu (30/8/2026). Pameran ini menghadirkan lebih dari 130 pengembang, baik BUMN Karya maupun swasta, dengan pasokan sekitar 100.000 hingga 120.000 unit hunian.
Berbagai pilihan hunian ditampilkan, mulai dari rumah tapak hingga apartemen. Pameran juga menghadirkan show unit rumah subsidi dan rumah susun yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain properti, pengunjung dapat memperoleh informasi dari sektor perbankan dan lembaga keuangan, home living, gaya hidup, hingga kendaraan listrik. Informasi mengenai legalitas, pilihan hunian, serta skema pembiayaan juga tersedia, termasuk kemudahan dalam mengajukan KPR.
Beragam promo dan hadiah turut disiapkan selama pameran, mulai dari unit rumah dan apartemen, mobil listrik, hingga paket solar panel.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan Danantara Housing Expo merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi untuk mendukung pencapaian target Program 3 Juta Rumah yang menjadi agenda pemerintah.
“Danantara Housing Expo 2026 memberikan skema pembiayaan yang kompetitif dan terjangkau serta akses yang lebih mudah untuk masyarakat dalam mewujudkan rumah impian, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Rosan.
Perumahan Jadi Penggerak Ekonomi
Kolaborasi yang dibangun melalui pameran ini tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga memperkuat industri perumahan sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.
Sektor perumahan memiliki keterkaitan dengan sekitar 185 sektor industri turunan, sehingga peningkatan aktivitas pembangunan dan transaksi hunian berpotensi menciptakan efek berantai bagi berbagai sektor ekonomi.
Untuk memperkuat layanan informasi publik, Kementerian PKP turut menghadirkan booth khusus yang menjadi pusat informasi mengenai skema kepemilikan hunian bagi MBR sesuai ketentuan resmi Kementerian PKP dan BP Tapera.
Maruarar berharap Danantara Housing Expo 2026 dapat menjadi momentum berkelanjutan untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan hunian dan pembiayaan.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, Danantara, pengembang, perbankan, dan seluruh pelaku industri, kita ingin semakin banyak masyarakat Indonesia memiliki akses dan kemampuan untuk memiliki rumah sendiri,” ujarnya. (CHI)
Baca Juga: Saudia dan Garuda Indonesia Perluas Konektivitas, Hubungkan 120 Destinasi












