JAKARTA, LINTAS – Komitmen PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) dalam menerapkan prinsip keberlanjutan semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional. Hal itu ditandai dengan kunjungan delegasi lembaga pemeringkat global S&P Global ke Kantor Pusat WIKA Beton di Jakarta pada Rabu (24/6/2026), guna membahas penguatan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia usaha terhadap praktik bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan. Bagi WIKA Beton, agenda ini menjadi momentum untuk memperkuat strategi ESG sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.
Sejak mengikuti asesmen ESG S&P Global secara konsisten pada periode 2023 hingga 2025, WIKA Beton berhasil mencatat peningkatan skor yang signifikan hingga mencapai 71. Raihan tersebut membuat profil keberlanjutan perusahaan masuk dalam platform Capital IQ Pro, yang menjadi salah satu rujukan investor institusional dan lembaga keuangan internasional dalam menilai kinerja perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, S&P Global juga memaparkan perkembangan standar pelaporan keberlanjutan yang kini mengarah pada penerapan International Sustainability Standards Board (ISSB), khususnya di kawasan Asia Pasifik. Standar tersebut menitikberatkan pada pengukuran emisi, analisis risiko iklim, hingga penghitungan dampak finansial dari transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Selain itu, diskusi turut membahas metode pengukuran kerentanan aset terhadap perubahan iklim secara kuantitatif serta strategi mitigasi risiko pada rantai pasok operasional. Pendekatan tersebut dinilai semakin penting karena investor kini tidak hanya melihat laporan keberlanjutan secara naratif, tetapi juga berdasarkan data yang terukur.
Direktur Teknik dan Produksi WIKA Beton, Verly Widiantoro, mengatakan kunjungan S&P Global menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menerapkan standar ESG sesuai praktik internasional.
“Keberadaan S&P Global membuktikan bahwa standar produksi WIKA Beton telah selaras dengan parameter internasional yang ketat. Skor ESG 71 bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi pijakan strategis untuk melakukan evaluasi, mengukur risiko aset, serta memastikan daya saing operasional perusahaan tetap terjaga di pasar global,” ujar Verly dikutip Senin (29/6/2026).
Sementara itu, Director of Business Development Sustainable1 S&P Global, Leo Kurniawan, menegaskan bahwa proses penilaian ESG bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, asesmen justru menjadi sarana bagi perusahaan untuk memperkuat kapasitas internal dalam mengelola keberlanjutan.
“Penilaian S&P bertujuan membantu perusahaan membangun kerangka kerja yang kuat serta metodologi berbasis ilmiah dalam mengelola data. Dengan begitu, perusahaan dapat menyusun strategi bisnis yang lebih tepat sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi,” jelasnya.
Transparansi Data ESG
Hal senada disampaikan Head of East Asia Climate and Sustainability Services S&P Global, Judy Su. Ia menilai paradigma keberlanjutan kini telah bergeser dari sekadar narasi menuju pendekatan berbasis data yang dapat diukur secara objektif.
“Keberlanjutan tidak lagi cukup disampaikan dalam bentuk cerita atau analisis kualitatif. Investor dan manajemen membutuhkan ukuran yang jelas, kuantitatif, dan memiliki dampak nyata sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan,” kata Judy.
Ke depan, sambung Verly, WIKA Beton akan terus mengintegrasikan transparansi data ESG, penguatan manajemen risiko iklim, serta transformasi bisnis berkelanjutan sebagai bagian dari strategi ekspansi perusahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham sekaligus memperkuat fundamental perusahaan di tengah dinamika industri konstruksi global.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN, WIKA Beton menilai implementasi ESG tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga strategi bisnis untuk menjaga ketahanan perusahaan, meningkatkan kepercayaan investor, dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. (CHI)
Baca Juga: Irigasi Bogor Rampung, Petani Kini Bisa Panen Tiga Kali















