JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jembatan Wariori di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, yang menjadi jalur penting menuju Distrik Sidey serta penghubung ke Kabupaten Tambrauw dan Sorong.
Hingga minggu kedua Agustus 2026, pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Wariori tersebut telah mencapai 59,04 persen. Infrastruktur sepanjang 240 meter dengan lebar 9 meter ini ditargetkan mampu menghadirkan kembali akses yang lebih aman dan andal bagi masyarakat setelah jembatan lama rusak akibat banjir.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan Jembatan Wariori merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan konektivitas di wilayah yang terdampak bencana.
“Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar konektivitas masyarakat dapat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak,” kata Dody dikutip Jumat (14/8/2026).



Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat dan Papua Barat Daya. Jembatan baru dirancang memiliki tiga bentang, masing-masing sepanjang 80 meter.
Untuk struktur atas, jembatan menggunakan konstruksi rangka baja. Sementara itu, struktur bawah ditopang fondasi tiang bor atau bored pile berdiameter 800 milimeter.
Rusak Diterjang Banjir
Jembatan Wariori sebelumnya mengalami kerusakan setelah diterjang banjir pada Mei 2024. Kerusakan tersebut berdampak terhadap akses masyarakat karena jembatan ini menjadi salah satu jalur vital dalam konektivitas kawasan Trans Papua.
Posisinya juga strategis karena menjadi akses menuju Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, sekaligus jalur penghubung menuju Kabupaten Tambrauw dan Sorong.
Dengan kondisi tersebut, pembangunan jembatan pengganti tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah Papua Barat.
Kementerian PU menilai keberadaan Jembatan Wariori memiliki arti penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kelancaran akses darat memungkinkan warga menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah sekaligus mendukung pergerakan barang dan kegiatan ekonomi antardaerah.
Pembangunan jembatan baru diharapkan dapat memberikan konektivitas yang lebih aman, kuat, dan andal bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat jaringan jalan Trans Papua dan membuka akses yang semakin baik bagi wilayah-wilayah yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
Dengan progres yang telah mencapai 59,04 persen, pembangunan Jembatan Wariori kini memasuki tahap penting menuju penyelesaian. (CHI)
Baca Juga: Pelita Air Tawarkan Promo Merdeka Surprice, Diskon Tiket hingga 45 Persen











