JAKARTA, LINTAS – Komitmen pemerintah memperkuat ketahanan dan swasembada pangan terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur irigasi di berbagai daerah. Salah satunya dilakukan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui rehabilitasi jaringan irigasi sekunder di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa yang kini mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
Pekerjaan rehabilitasi sepanjang 920 meter tersebut dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Jaringan Irigasi. Infrastruktur yang telah selesai dibangun itu kini mengairi sekitar 110 hektare lahan sawah di Kecamatan Sukamakmur.
Keberadaan saluran irigasi yang lebih baik membuat distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih merata. Dampaknya, empat kelompok tani di kawasan tersebut kini dapat menikmati pasokan air yang lebih stabil, termasuk saat musim kemarau.
Peningkatan layanan irigasi itu turut mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dari sebelumnya rata-rata 200 menjadi 300. Artinya, petani kini memiliki peluang melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun sehingga berpotensi meningkatkan hasil produksi sekaligus pendapatan mereka.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Menurutnya, ketersediaan air yang terjamin menjadi faktor penting agar petani dapat bercocok tanam secara optimal sepanjang tahun, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.


Rehabilitasi
“Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dody.
Jaringan irigasi DI Cihanjawar Cikupa sendiri merupakan aset yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor. Melalui dukungan program Inpres Irigasi Tahun Anggaran 2025, Kementerian PU melakukan rehabilitasi sebelum akhirnya menyerahkan hasil pembangunan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bogor melalui mekanisme hibah aset pada Juni 2026.
Tak hanya di Sukamakmur, rehabilitasi jaringan irigasi juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Klapanunggal, Kemang, dan Caringin.
Secara keseluruhan, proyek rehabilitasi tersebut mencakup pembangunan sepanjang 1,91 kilometer yang memberikan layanan irigasi bagi sekitar 338 hektare lahan persawahan.
Dody juga menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier agar air yang telah tersedia di saluran utama benar-benar dapat mengalir hingga ke lahan pertanian secara efektif.
“Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun, wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier,” tegasnya.
Untuk mempercepat pelaksanaan program Inpres Irigasi, Kementerian PU juga memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam pendataan serta pembangunan jaringan irigasi secara terpadu. (CHI)
Baca Juga: Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan















