JAKARTA, LINTAS — Akses transportasi masyarakat di Aceh berangsur pulih setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana. Hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 14 dari 16 jembatan nasional yang sempat terputus telah kembali fungsional sementara.
Pemulihan tersebut dilakukan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan menyesuaikan metode penanganan terhadap kondisi masing-masing lokasi. Langkah ini ditujukan untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik di berbagai wilayah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam proses pemulihan infrastruktur. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga kemantapan dan konektivitas jalan nasional di Aceh, termasuk pada ruas yang terdampak bencana dan membutuhkan penanganan darurat.
“Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga,” kata Dody Jumat (14/8/2026).
Dalam penanganannya, Kementerian PU menerapkan sejumlah metode, mulai dari penimbunan badan jalan, pemasangan jembatan Bailey, hingga penggunaan box culvert dan box container. Berbagai solusi sementara tersebut diterapkan agar akses dapat segera dibuka kembali sembari menunggu penanganan permanen.

14 Jembatan Sudah Kembali Fungsional
Dari 16 titik jembatan nasional yang sebelumnya terputus akibat bencana, 14 jembatan telah kembali dapat dilalui secara fungsional sementara pada lokasi eksisting.
Jembatan yang telah dipulihkan meliputi Krueng Meureudu, Teupin Mane, Alue Kulus, Krueng Rongka, Weihni Lampahan, Lawe Mengkudu 1, Simamora II, Weihni Rongka, Timang Gajah, Krueng Tingkeum, Krueng Pelang, Lawe Penanggalan, Krueng Beutong, dan Jamur Ujung.
Sejumlah lokasi menggunakan jembatan Bailey sebagai solusi sementara untuk mempercepat pembukaan akses. Di titik lainnya, Kementerian PU memanfaatkan kombinasi timbunan dan box culvert sehingga kendaraan dapat kembali melintas.
Sementara itu, dua jembatan masih dalam proses penanganan. Jembatan Weihni Enang-Enang saat ini dapat dilalui melalui jalan daerah sebagai jalur pengganti. Adapun Jembatan Titi Merah masih menggunakan jalan alternatif.
13 Ruas Jalan Nasional Kembali Dibuka
Pemulihan tidak hanya dilakukan terhadap jembatan. Kementerian PU juga mempercepat penanganan ruas jalan nasional yang terdampak bencana.
Dari 15 ruas jalan nasional yang sempat terputus, sebanyak 13 ruas telah kembali fungsional sementara. Ruas tersebut meliputi:
- Meureudu–Bts. Pidie Jaya/Bireuen
- Kota Bireuen–Bts. Bireuen/Aceh Utara
- Kota Bireuen–Bts. Bireuen/Bener Meriah
- Bener Meriah/Aceh Tengah–Kota Takengon
- Genting Gerbang–Celala–Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya
- Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram
- Geumpang–Pameue
- Pameue–Genting Gerbang
- Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren
- Blangkejeren–Bts. Gayo Lues/Aceh Tenggara
- Bts. Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane
- Sp. Uning (Bts. Kota Takengon)–Uwaq (Km 379)
- Uwaq (Km 379)–Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues.


Dua ruas lainnya juga telah dapat dilalui dengan memanfaatkan jalur alternatif. Ruas Bts. Bireuen/Bener Meriah–Bener Meriah/Aceh Tengah menggunakan jalan alternatif di lokasi Jembatan Weihni Enang-Enang yang masih terputus.
Sementara itu, ruas Genting Gerbang–Sp. Uning dapat dilalui melalui jalan alternatif di lokasi Jembatan Titi Merah.
362 Titik Longsor Telah Ditangani
Selain jalan dan jembatan yang terputus, Kementerian PU turut menangani berbagai titik bencana yang mengganggu konektivitas di Aceh.
Dari 362 titik kejadian longsor yang tercatat, seluruhnya telah mendapatkan penanganan. Hal serupa dilakukan terhadap 37 titik kejadian banjir yang seluruhnya telah kembali fungsional. (CHI)
Baca Juga: KAI Commuter Beri Tarif Rp 8 pada 17 Agustus, Perjalanan Ditambah











