JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) mencatat progres signifikan pembangunan Hunian Senen sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat bantaran rel di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Hingga 28 April 2026, progres pembangunan hunian beserta fasilitas pendukung telah mencapai 99,04%, mendekati target penyelesaian pada 15 Juni 2026 dan berpotensi rampung lebih cepat dari jadwal.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa percepatan dilakukan agar manfaat hunian dapat segera dirasakan warga. Menurutnya, percepatan bukan sekadar mengejar waktu, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel.
“Ritme kerja dijaga selama 24 jam dengan tenaga kerja andal dan pengendalian mutu ketat, sehingga hunian tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip dari web Hutama Karya, Senin (11/5/2026).
Kolaborasi Pemerintah dan BUMN
Percepatan proyek ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Hutama Karya mengakselerasi pembangunan 324 unit hunian berikut fasilitas penunjang di atas lahan sekitar 1,61 hektar milik InJourney Airports.
Menteri Maruarar menegaskan hunian sementara ini menjadi solusi cepat sembari pemerintah menyiapkan penataan kawasan permanen. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Antara.
Program ini merupakan kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menyediakan hunian layak, aman, dan tertata bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan pusat kota.
Serapan Tenaga Kerja Ditingkatkan
Capaian progres pembangunan tidak lepas dari optimalisasi tenaga kerja di lapangan. Pada masa puncak konstruksi, ratusan pekerja dari Hutama Karya dan BUMN Karya lainnya dikerahkan guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Hunian Senen dirancang dengan ukuran unit sekitar 4,5 x 4,5 meter yang dilengkapi tempat tidur, lemari, serta fasilitas dasar lainnya.
Pemerintah dan BUMN juga menyiapkan berbagai fasilitas komunal, yaitu, ruang berkumpul warga, dapur bersama, area cuci, toilet terpisah pria dan wanita, ruang terbuka serta area bermain anak, sistem penerangan lingkungan, sistem satu pintu (one gate system) dan CCTV untuk keamanan Kawasan.
Hamdani menambahkan, hunian ini diharapkan segera dimanfaatkan warga sebagai solusi cepat sambil menunggu penataan jangka panjang kawasan perkotaan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi. (CHI)
Baca Juga: Menteri PU Dampingi Presiden ke Miangas, Penguatan Infrastruktur Perbatasan

























