JAKARTA, LINTAS – Mobilitas warga di kawasan timur Jabodetabek terus meningkat seiring berkembangnya kawasan hunian, industri, dan pusat aktivitas baru. Kondisi ini mendorong penguatan layanan kereta komuter, termasuk rencana perluasan elektrifikasi jalur hingga Cikampek.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan pada layanan Cikarang Line dalam satu dekade terakhir. Frekuensi perjalanan yang pada 2015 berjumlah 158 perjalanan per hari, kini melonjak menjadi 281 perjalanan per hari pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal yang lebih sering, terjangkau, dan dapat diandalkan.
Volume penumpang juga terus bertumbuh. Pada 2022, pengguna KRL Cikarang Line mencapai 55,6 juta orang, naik menjadi 71,6 juta pada 2023, kemudian 84,4 juta pada 2024, dan menembus 85,9 juta penumpang pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tren tersebut mencerminkan perubahan pola perjalanan masyarakat yang semakin lintas wilayah.
“Banyak masyarakat tinggal di satu wilayah namun bekerja atau beraktivitas di wilayah lain. Layanan transportasi harus mengikuti perkembangan kebutuhan tersebut agar perjalanan tetap nyaman dan terjangkau,” ujarnya dikutip Jumat (10/4/2026).

Elektrifikasi Bertahap Diperkuat
Penguatan layanan KRL tidak lepas dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian di bawah Kementerian Perhubungan. Saat ini elektrifikasi jalur Tanah Abang–Cikarang telah mencapai 40,310 km, meliputi lintas Tanah Abang–Manggarai, Manggarai–Jatinegara, Jatinegara–Bekasi, hingga Bekasi–Cikarang.
Namun, pergerakan masyarakat kini semakin meluas hingga Cikampek dan Purwakarta. Hal ini terlihat dari meningkatnya pengguna KA Walahar Ekspres relasi Cikarang–Purwakarta yang naik dari 2,1 juta penumpang pada 2022 menjadi 4,08 juta pada 2025. Pada triwulan I 2026 saja, jumlah pengguna sudah melampaui 1 juta orang.
Pertumbuhan juga terjadi pada KA Jatiluhur relasi Cikarang–Cikampek. Penumpang meningkat dari 219 ribu pada 2022 menjadi hampir 1,2 juta pada 2025, dengan 346 ribu pengguna pada awal 2026.
Data tersebut menjadi dasar penting rencana perluasan elektrifikasi menuju Cikampek agar kapasitas dan frekuensi layanan dapat mengikuti kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus meningkat.
Dukungan Kebijakan Pemerintah
Pengembangan transportasi berbasis rel juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperluas akses hunian dan pusat kegiatan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya sistem perkeretaapian saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 2025.
Penegasan tersebut kembali dibahas dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada April 2026 terkait percepatan program perumahan rakyat. Pemerintah mendorong pemanfaatan kawasan yang terhubung transportasi massal untuk pengembangan hunian.
Menurut Anne, konektivitas transportasi yang baik memberi masyarakat lebih banyak pilihan lokasi tempat tinggal tanpa harus jauh dari pusat pekerjaan. Perluasan elektrifikasi hingga Cikampek diharapkan membuka akses wilayah baru, memperkuat mobilitas harian, sekaligus mendukung tumbuhnya kawasan hunian yang lebih tersebar.
“KAI akan terus mengembangkan layanan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat merasakan perjalanan yang mudah, nyaman, dan terjangkau,” kata dia. (CHI)
Baca Juga: Kantor Kementerian PU Didatangi Tim Penyidik Kejati Jakarta































