Home Berita LRT Jakarta Tepat Waktu, Jalur Manggarai Beroperasi Agustus 2026

LRT Jakarta Tepat Waktu, Jalur Manggarai Beroperasi Agustus 2026

Share

JAKARTA, LINTAS — Ketepatan waktu operasional menjadi salah satu kekuatan utama layanan LRT Jakarta di tengah upaya pengembangan jaringan transportasi massal ibu kota. PT LRT Jakarta memastikan proyek pengembangan lintas Velodrome–Manggarai terus berjalan untuk memperkuat konektivitas antarmoda sekaligus meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik di Jakarta.

Direktur Utama Roberto Akyuwen menegaskan, pengembangan jalur menuju Manggarai menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat peran LRT Jakarta sebagai feeder transportasi perkotaan.

“Adanya pengembangan rute Manggarai yang akan diselesaikan dalam waktu dekat diharapkan akan mengoptimalkan kapasitas yang disediakan oleh LRT Jakarta serta dapat meningkatkan passenger load factor secara signifikan,” ujar Roberto Akyuwen saat diwawancarai Majalah Lintas secara khusus di kantornya, Senin (25/5/2026). 

Saat ini, layanan LRT Jakarta Fase 1A melayani jalur sepanjang 5,8 kilometer yang menghubungkan Stasiun Pegangsaan Dua di Kelapa Gading hingga Stasiun Velodrome di Rawamangun. Operasional kereta dilakukan setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 23.00 WIB dengan total 204 perjalanan per hari dan headway 10 menit. 

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal yang andal, LRT Jakarta mencatat capaian ketepatan waktu (on-time performance) sebesar 99,9 persen dan pencapaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) mencapai 99,6 persen.

Capaian ini menjadi indikator penting bahwa layanan transportasi publik modern tidak hanya harus cepat, tetapi juga konsisten dan tepat waktu.

“Keandalan operasional menjadi fokus utama kami. Ketepatan waktu, keamanan, kenyamanan, serta layanan yang inklusif menjadi komitmen yang terus kami jaga agar masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi publik,” kata Roberto. 

Target Fase 1B beroperasi 

Selain menjaga kualitas layanan, PT LRT Jakarta juga terus mempersiapkan pengembangan Fase 1B yang akan memperpanjang lintasan sepanjang 6,4 kilometer dari Kelapa Gading menuju Manggarai. Jalur baru tersebut akan menambah lima stasiun baru dan meningkatkan total layanan menjadi 12,2 kilometer.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) menargetkan lintas Velodrome–Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026 setelah seluruh tahapan pengujian dan commissioning rampung.

Menurut Roberto, tersambungnya Velodrome–Manggarai akan menjadi momentum penting bagi integrasi transportasi di Jakarta karena kawasan Manggarai merupakan salah satu simpul transportasi terbesar di ibu kota yang terkoneksi dengan berbagai moda lain seperti KRL Commuter Line, Transjakarta, hingga kereta antarkota.

“Fase ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas yang ada saat ini dan memperluas jangkauan layanan transportasi publik secara lebih masif,” ujarnya. 

Tak hanya itu, kehadiran jalur baru tersebut juga diproyeksikan mampu meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan. PT LRT Jakarta memperkirakan jumlah pengguna dapat meningkat hingga 80 ribu penumpang secara bertahap setelah konektivitas menuju Manggarai beroperasi penuh. 

Integrasi & Teknologi 

Dalam pengembangannya, LRT Jakarta juga terus memperkuat integrasi dengan moda transportasi lain. Saat ini seluruh stasiun Fase 1A telah terhubung dengan layanan Transjakarta maupun JakLingko guna mempermudah perpindahan penumpang antarmoda. Integrasi serupa juga akan diterapkan pada stasiun-stasiun Fase 1B. 

Kemudian di sisi teknologi, LRT Jakarta menghadirkan berbagai inovasi layanan digital, mulai dari aplikasi LRTJ Apps, program loyalitas Sahabat LRTJ e-Card, hingga implementasi sistem pembayaran QRIS Tap bekerja sama dengan Bank Indonesia dan sejumlah perbankan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih modern bagi masyarakat. 

Roberto menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik. Karena itu, konektivitas, ketepatan waktu, dan kenyamanan menjadi faktor utama yang terus diperkuat.

“Kami ingin kehadiran LRT Jakarta mendorong kebiasaan baru untuk memilih transportasi publik karena nyaman, tepat waktu, dan bisa diandalkan,” tutur Roberto. 

Ia optimistis, dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan, LRT Jakarta akan berkembang menjadi tulang punggung transportasi modern yang mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.(PAH/ROY)

Oleh:

Share