Home Berita Terowongan MRT Bundaran HI–Kota Rampung, Target Operasi Tetap Akhir 2027

Terowongan MRT Bundaran HI–Kota Rampung, Target Operasi Tetap Akhir 2027

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat tonggak penting dalam pembangunan MRT Fase 2A lintas utara-selatan. Terowongan arah utara yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota resmi selesai dibangun setelah mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) 1 berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar pada Kamis (9/7/2026).

Momen breakthrough tersebut menandai selesainya pembangunan terowongan arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer yang kini menghubungkan jaringan MRT Fase 1 dengan Fase 2A lintas utara-selatan.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan penyelesaian penggalian terowongan tersebut merupakan pencapaian penting yang berhasil diraih sesuai target proyek.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta. Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal,” ujar Weni.

Dalam pembangunan jalur bawah tanah ini, PT MRT Jakarta bersama kontraktor mengoperasikan tiga mesin bor terowongan yang bekerja sesuai paket konstruksi masing-masing.

Paket CP201 membangun lintasan dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 menghubungkan Harmoni hingga Mangga Besar, sementara CP203 melanjutkan pembangunan dari Mangga Besar menuju Kota.

Pada titik breakthrough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar, posisi terowongan berada sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah. Kedalaman tersebut menjadikannya sebagai salah satu terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, bersama terowongan di kawasan Stasiun Sawah Besar, sekaligus menjadi pencapaian penting dalam konstruksi sipil nasional.

Beroperasi 2027

TBM 1 yang beroperasi pada paket CP202 membangun terowongan sepanjang sekitar 395 meter antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar, serta sekitar 800 meter yang menghubungkan Sawah Besar dengan Mangga Besar.

Dalam proses pengerjaannya, mesin bor juga melakukan crossing di bawah kanal yang berada di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, salah satu tantangan teknis yang berhasil diselesaikan tanpa mengganggu aktivitas di permukaan.

Saat ini, tim konstruksi tengah melanjutkan pembangunan terowongan arah selatan yang menghubungkan Kota menuju Bundaran HI. PT MRT Jakarta menargetkan seluruh pekerjaan terowongan Fase 2A lintas utara-selatan dapat diselesaikan pada kuartal IV tahun 2026. Hingga 25 Juni 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 61,8 persen.

Adapun operasional MRT Fase 2A akan dilakukan secara bertahap. Segmen Bundaran HI–Monas ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027, sedangkan segmen lanjutan hingga Stasiun Kota ditargetkan beroperasi pada akhir 2029. (CHI}

Baca Juga: Kementerian PU Tugaskan PT PP Tangani Jembatan Enang-Enang Aceh

In

Oleh:

Share