Home Berita Pedestrian Deck “Cincin Donat” MRT Dukuh Atas “Groundbreaking” Juni 2026

Pedestrian Deck “Cincin Donat” MRT Dukuh Atas “Groundbreaking” Juni 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) bersiap memulai pembangunan (groundbreaking) proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas pada Juni 2026. Infrastruktur yang sebelumnya dikenal dengan konsep jembatan berbentuk “cincin donat” ini menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas dan ditargetkan selesai pada 2028.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengatakan desain proyek telah mengalami sejumlah penyesuaian berdasarkan kajian teknis dan kondisi lapangan agar konstruksi dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan aman.

“Untuk Pedestrian Deck Dukuh Atas, hasil desain terakhir sudah disesuaikan karena ada kajian teknis dan kesulitan di lapangan. Namun jika tidak ada halangan, bulan ini akan dilakukan groundbreaking dan kita targetkan selesai pada 2028,” kata Tuhiyat dalam Forum Jurnalis di Kantor MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang untuk memperkuat konektivitas pejalan kaki di salah satu kawasan transit tersibuk di Indonesia. Fasilitas ini akan menghubungkan berbagai titik strategis di kawasan Dukuh Atas, termasuk area BNI, Landmark, Blora, Tanjung Karang, hingga UOB.

Mempercepat

Keberadaan jembatan pejalan kaki tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan mempercepat perpindahan penumpang antarmoda transportasi publik yang terintegrasi di kawasan tersebut, mulai dari MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, hingga Transjakarta.

Untuk mendukung aksesibilitas bagi seluruh pengguna, MRT Jakarta juga akan melengkapi fasilitas tersebut dengan empat unit elevator atau lift.

Tuhiyat menjelaskan, pembangunan proyek ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena berada di kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang sangat padat. Selain melintasi jalur protokol yang kerap digunakan untuk kegiatan kenegaraan dan VVIP, konstruksi juga akan bersinggungan dengan rel kereta api aktif serta melintasi Sungai Ciliwung.

“Pembangunan di area yang aktif memang cukup sulit sehingga harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” katanya.

Sebelum memasuki tahap konstruksi, MRT Jakarta telah menggelar uji publik (public hearing) sekitar satu setengah bulan lalu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pengamat transportasi, perwakilan pemerintah, hingga kalangan profesional.

Menurut Tuhiyat, hasil konsultasi publik menunjukkan dukungan yang sangat tinggi terhadap proyek tersebut.

“Hampir 99,9 persen peserta mendukung pembangunan proyek ini. Harapannya nanti kita bisa mengubah flow atau mobilitas orang di Dukuh Atas menjadi lebih baik dan lebih lancar,” tutur dia.

Disempurnakan

Sementara itu, Direktur Komersial MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menjelaskan bahwa desain Pedestrian Deck Dukuh Atas telah disempurnakan dibandingkan konsep awal. Jika sebelumnya rancangan mencakup dua struktur dek, desain terbaru hanya menggunakan satu struktur utama.

Farchad H. Mahfud, Director of Business Development for PT MRT Jakarta (Perseroda). Lintas/Rochimawati

Meski demikian, perubahan tersebut tidak mengurangi fungsi utama proyek sebagai penghubung berbagai moda transportasi dan kawasan perkantoran di sekitar Dukuh Atas.

“Kalau sebelumnya ada dua deck, sekarang menjadi satu deck. Namun prinsip utamanya tetap sama, yaitu menghubungkan seluruh transportasi publik di sisi utara dan selatan kawasan sehingga terintegrasi dengan pusat-pusat aktivitas perkantoran,” kata Farchad.

Farchad menambahkan, dengan hadirnya Pedestrian Deck Dukuh Atas, MRT Jakarta berharap integrasi antarmoda transportasi di kawasan TOD Dukuh Atas semakin optimal.

“Proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan mobilitas pejalan kaki yang lebih aman, nyaman, dan efisien sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang berorientasi pada transportasi publik,” pungkas dia. (CHI)

Baca Juga: Angin Puting Beliung Rusak Huntara Aceh Utara, PU Siapkan Penanganan Darurat

Oleh:

Share