JAKARTA, LINTAS – Revitalisasi kawasan Blok M sebagai pusat aktivitas publik dan transportasi terintegrasi membawa dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pengguna MRT Jakarta. Sepanjang Januari hingga April 2026, rute Dukuh Atas-Blok M tercatat sebagai jalur perjalanan terpadat dengan lebih dari 630 ribu penumpang.
Data PT MRT Jakarta (Perseroda) menunjukkan rute Dukuh Atas-Blok M mencatat sebanyak 630.889 penumpang selama empat bulan pertama tahun 2026. Sementara itu, perjalanan sebaliknya, Blok M-Dukuh Atas, berada di posisi kedua dengan jumlah 621.516 penumpang.
Direktur Operasional dan Pemeliharaan MRT Jakarta, Mega Natangsa Tarigan, mengatakan perubahan pola perjalanan tersebut menjadi indikator kuat bangkitnya kembali kawasan Blok M sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat Jakarta.
“Biasanya Blok M tidak menjadi top origin destination. Namun sejak kebangkitan kembali kawasan Blok M tahun lalu, saat ini rute Dukuh Atas-Blok M menjadi nomor satu dalam lima besar perjalanan pengguna MRT,” kata Mega dalam Forum Jurnalis 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Revitalisasi
Menurut Mega, meningkatnya jumlah penumpang MRT tidak terlepas dari hadirnya Blok M Hub yang kini berkembang sebagai pusat integrasi transportasi sekaligus ruang publik baru di Jakarta Selatan.
Selain berfungsi sebagai titik konektivitas berbagai moda transportasi, kawasan tersebut juga menjelma menjadi destinasi kuliner, ruang berkumpul komunitas, hingga lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat.
“Ke depan kami berharap revitalisasi kawasan berbasis transportasi dapat semakin menarik masyarakat menggunakan angkutan umum untuk beraktivitas maupun berkunjung ke berbagai kawasan kota,” ujarnya.
Keberhasilan pengembangan kawasan juga tercermin dari tingginya tingkat okupansi area ritel nonstasiun di Blok M Hub. MRT Jakarta mencatat tingkat keterisian mencapai 83,77 persen sejak kawasan tersebut diresmikan.
Aktivitas Ekonomi Baru
Saat ini, sebanyak 375 unit tenant telah beroperasi dan melayani pengunjung di kawasan Blok M Hub, memperkuat posisinya sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang terhubung langsung dengan jaringan transportasi publik.
Ke depan, Blok M Hub diproyeksikan menjadi simpul konektivitas transportasi dan ruang publik terintegrasi yang semakin memperkuat konsep pengembangan kawasan berbasis transit atau transit oriented development (TOD).
Pengembangan tersebut mencakup fasilitas pendukung seperti pusat kuliner, ruang komunitas, hingga konektivitas yang lebih baik menuju kawasan ASEAN.
Revitalisasi Blok M juga menghadirkan pembangunan jalur pedestrian sepanjang 1,3 kilometer yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih inklusif, nyaman, dan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. (CHI)
Baca Juga: Pedestrian Deck “Cincin Donat” MRT Dukuh Atas “Groundbreaking” Juni 2026

























