Home Berita PU Percepat Jalur Alternatif Bener Meriah Aceh, Jaga Kelancaran Distribusi Logistik

PU Percepat Jalur Alternatif Bener Meriah Aceh, Jaga Kelancaran Distribusi Logistik

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sebagai upaya memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik pascabanjir bandang yang merusak Jembatan Enang-Enang pada November 2025.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur yang rusak, tetapi juga membangun sistem konektivitas yang lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Kita tidak hanya memperkuat Jembatan Enang-Enang, tetapi juga menyiapkan akses yang lebih baik. Jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah ini akan menjadi penguat konektivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga Bener Meriah,” kata Dody dikutip Selasa (14/7/2026).

Bagi masyarakat di dataran tinggi Gayo, keberadaan akses jalan menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari. Jalur yang tetap terhubung memastikan hasil pertanian dapat dipasarkan, kebutuhan pokok tersedia, anak-anak tetap bisa bersekolah, serta roda perekonomian masyarakat terus bergerak.

Karena itu, selain memperkuat Jembatan Enang-Enang yang terdampak bencana, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah sebagai solusi jangka panjang agar mobilitas masyarakat tidak bergantung pada satu akses utama.

Kualitas Jalan Ditingkatkan

Jalur Simpang Lancang–Werlah memiliki panjang sekitar 8 kilometer. Kementerian PU akan meningkatkan kualitas ruas tersebut melalui pelebaran hingga 6 meter dan pengaspalan penuh sehingga mampu melayani lalu lintas kendaraan dengan lebih aman, nyaman, dan efisien.

Peningkatan kapasitas jalan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan keandalan akses menuju Kecamatan Pintu Rime Gayo dan wilayah sekitarnya. Keberadaan jalur alternatif juga menjadi jalur cadangan apabila akses utama mengalami gangguan akibat bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Selain peningkatan jalan, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan dua jembatan permanen, yakni Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang. Kedua jembatan tersebut dirancang memiliki lebar yang memungkinkan dua kendaraan melintas secara bersamaan sehingga kapasitas lalu lintas dapat meningkat.

Khusus Jembatan Simpang Lancang, konstruksinya direncanakan memiliki bentang sepanjang 45 meter untuk mendukung konektivitas kawasan secara optimal.

Anggaran Rp 100 Miliar

Pembangunan Jalan Werlah beserta Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2026 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 100 miliar.

Selama proses pembangunan berlangsung, mobilitas masyarakat tetap dipastikan berjalan melalui penyediaan jembatan fungsional sementara yang memanfaatkan box container yang diperkuat dengan pelat baja dan timbunan sehingga tetap dapat dilalui kendaraan.

Di sisi lain, Kementerian PU juga terus memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap aman digunakan masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, pondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai.

Untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut, kondisi tersebut telah diamankan menggunakan penyangga sementara dan akan segera ditindaklanjuti melalui pekerjaan perkuatan struktur bawah jembatan. (CHI)

Baca Juga: Kementerian PU akan Bangun Jalan 12,65 Km di Banda Neira Lewat Program IJD

Oleh:

Share