Home Berita Abrasi Ancam Merauke Papua Selatan, Kementerian PU Bangun Pengaman Pantai

Abrasi Ancam Merauke Papua Selatan, Kementerian PU Bangun Pengaman Pantai

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembangunan pengamanan Pantai Lampu Satu di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai upaya melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, erosi, dan intrusi air laut.

Proyek yang dikerjakan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjaga wilayah pesisir sekaligus melindungi masyarakat dan aset strategis di kawasan pantai.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pengamanan pesisir merupakan salah satu program prioritas Kementerian PU. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengaman pantai tidak hanya berfungsi meredam gelombang laut, tetapi juga melindungi permukiman warga serta berbagai aset strategis dari dampak banjir rob, abrasi, dan erosi.

“Pengamanan pesisir pantai merupakan salah satu program prioritas Kementerian PU. Pembangunan pengaman ini bertujuan untuk melindungi aset strategis di kawasan pesisir dari risiko banjir rob, abrasi, dan erosi,” kata Dody dikutip Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan pengaman pantai juga memiliki manfaat penting dalam menjaga ketersediaan sumber air tawar di Merauke. Dengan berkurangnya intrusi air laut, kualitas air yang dimanfaatkan masyarakat diharapkan tetap terjaga.

Selain itu, keberadaan bangunan pengaman pantai diharapkan mampu menahan laju abrasi yang selama ini terus mengikis garis pantai di kawasan Lampu Satu.

Pelaksana Tugas Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Kementerian PU, Dian Alma’ruf, mengatakan penanganan abrasi di Pantai Lampu Satu telah dilakukan secara bertahap sejak 2022. Hingga saat ini, sepanjang sekitar 639 meter garis pantai telah berhasil diamankan.

Garis Pantai Bergeser

Dian menyebut kondisi abrasi di kawasan tersebut tergolong serius. Di sejumlah titik, garis pantai telah bergeser hingga sekitar 100 meter akibat terjangan gelombang laut.

“Daerah ini memang sudah sangat terabrasi, bahkan ada yang tergeser garis pantainya sepanjang 100 meter. Sehingga teman-teman di Balai Wilayah Sungai Papua Merauke sudah memprogramkan kegiatan penanganan yang dimulai sejak tahun 2022 dengan total yang sudah ditangani sekitar 639 meter,” katanya saat mendampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw.

Untuk melanjutkan upaya tersebut, pada 2026 Kementerian PU akan membangun pengamanan pantai tambahan sepanjang 120 meter dengan alokasi anggaran sekitar Rp8 miliar.

Pekerjaan konstruksi akan menggunakan revetment berbahan kubus beton berukuran 60 x 60 x 60 sentimeter dan 30 x 30 x 30 sentimeter. Struktur tersebut diperkuat dengan lapisan geotekstil sebagai fondasi agar lebih tahan terhadap tekanan gelombang dan pergerakan tanah. (CHI)

Baca Juga: PU Percepat Operasional 222 Dapur MBG, 7 Berada di PLBN

Oleh:

Share