JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun dan meningkatkan infrastruktur jalan sepanjang 12,65 kilometer di Banda Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan Program Inpres Jalan Daerah dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
“Program Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah, sehingga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju kawasan produksi pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dody dikutip Minggu (12/7/2026).
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah pusat mempercepat penanganan ruas jalan daerah yang menjadi prioritas namun terkendala keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Penataan Banda Neira
Pembangunan jalan tersebut mengacu pada Rencana Induk (Masterplan) Pengembangan dan Penataan Kawasan Banda Neira dan Sekitarnya Tahun 2025–2045 yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.
Peningkatan infrastruktur jalan di Banda Neira dinilai penting untuk memperlancar distribusi berbagai komoditas unggulan daerah. Kawasan ini tercatat menghasilkan pala sekitar 646 ton per tahun dan produksi perikanan mencapai 16.127 ton per tahun. Selain itu, pembangunan jalan juga diharapkan meningkatkan akses menuju berbagai destinasi wisata yang menjadi daya tarik utama Kepulauan Banda.
Dalam penataannya, pemerintah menyesuaikan kondisi jalan yang saat ini memiliki lebar sekitar 3 hingga 3,5 meter sehingga hanya dapat dilalui kendaraan berukuran kecil. Jalan nantinya akan diperkuat menggunakan konstruksi rigid pavement agar lebih awet dan mampu mendukung mobilitas masyarakat.
Pemerintah juga akan membangun trotoar di atas saluran drainase yang telah tersedia sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki tanpa mengurangi fungsi infrastruktur yang ada.
Tak hanya memperbaiki kualitas jalan, konsep transportasi ramah lingkungan juga akan diterapkan di Banda Neira. Pemerintah mendorong penggunaan bajaj listrik sebagai moda transportasi alternatif karena dimensinya sesuai dengan karakteristik jalan di kawasan tersebut. Selain itu, penggunaan sepeda juga akan terus dipromosikan sebagai sarana transportasi yang berkelanjutan.
Penataan kawasan turut memperhatikan aspek kenyamanan pejalan kaki, khususnya di kawasan wisata. Di sejumlah titik, seperti di sekitar Benteng Belgica, akan dibangun jalur pedestrian selebar 1,2 hingga 1,5 meter di salah satu sisi jalan. Sementara sisi lainnya tetap difungsikan sebagai ruang milik jalan yang fleksibel untuk akses kendaraan maupun pengembangan ruang hijau. (CHI)
Baca Juga: Runway Bandara Bandaneira Bakal Diperpanjang, Akses ke Pulau Banda Makin Mudah















