JAKARTA, LINTAS – Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, selesai sehingga dapat mulai digunakan pada tahun ajaran 2027.
Target tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Kuswara, saat menerima audiensi Bupati Tanah Datar, Eka Putra, beserta jajaran di Kantor Ditjen Prasarana Strategis, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang akan berlokasi di Nagari Tanjung Alam.
Kuswara menjelaskan, lokasi pembangunan berada di kawasan lereng perbukitan dengan luas sekitar 19,5 hektar sehingga memerlukan penanganan khusus pada tahap pematangan lahan. Meski demikian, pemerintah optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target.
Proses Lelang
Menurutnya, keseluruhan proses mulai dari lelang hingga pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun. Sementara itu, pekerjaan konstruksi fisik diproyeksikan berlangsung selama lima hingga enam bulan.
“Targetnya pada tahun ajaran baru 2027 sekolah sudah dapat digunakan,” ujar Kuswara.
Sekolah Rakyat tersebut akan dibangun sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang. Selain gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, kawasan ini juga akan dilengkapi asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin dan dapur, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Fasilitas tersebut meliputi lapangan olahraga, pos jaga, tempat penampungan sampah, rumah genset, rumah pompa, tangki air, sistem proteksi kebakaran, pagar kawasan, hingga gerbang utama.
Kuswara juga memberikan perhatian terhadap penataan kawasan, khususnya penempatan asrama guru. Ia meminta agar lokasi hunian guru tidak terlalu jauh dari asrama siswa sehingga proses pembinaan, pendampingan, dan pengawasan peserta didik dapat berlangsung lebih optimal.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PU dalam merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.
Kondisi Lahan
Ia mengakui kondisi lahan yang berada di kawasan berbukit menjadi tantangan tersendiri. Namun, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar optimistis proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana melalui pematangan lahan yang tepat.
Selain itu, Eka berharap desain kawasan Sekolah Rakyat dapat mengakomodasi kearifan lokal Minangkabau dengan menghadirkan unsur arsitektur rumah adat pada bangunan maupun lingkungan sekolah.
“Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap berkoordinasi dan menerima berbagai masukan agar pembangunan dapat berjalan lancar,” katanya.
Audiensi tersebut juga dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Dendy Kurniadi, Pelaksana Tugas Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Prasarana Strategis Lalu Hery Gunawan, Pelaksana Tugas Sekretaris Ditjen Prasarana Strategis yang juga Direktur Kepatuhan Intern Agung Hari Prabowo, serta sejumlah pejabat di lingkungan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU.(CHI)















