Home Berita Sekolah Rakyat Cirebon Tampil Beda, Gapuranya Angkat Budaya Kesultanan

Sekolah Rakyat Cirebon Tampil Beda, Gapuranya Angkat Budaya Kesultanan

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Cirebon tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan berstandar internasional, tetapi juga mengangkat identitas budaya lokal melalui konsep arsitektur yang khas. Salah satu daya tariknya adalah gerbang utama bergaya Candi Bentar yang terinspirasi dari arsitektur Kesultanan Cirebon.

Konsep tersebut diterapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai upaya menghadirkan sekolah modern tanpa menghilangkan karakter budaya daerah. Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya lokal.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan seluruh Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah dirancang dengan standar internasional sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Semua Sekolah Rakyat yang dibangun oleh Bapak Presiden standarnya adalah sekolah internasional. Beliau ingin memuliakan adik-adik kita dari keluarga prasejahtera dengan menyediakan sekolah yang megah dan berkualitas. Mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga asrama, makan, seragam, sepatu, hingga laptop. Harapannya adalah memutus rantai kemiskinan ekstrem dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dody.

Sekolah Rakyat Cirebon, Jawa Barat. Dok/Birkompu

Candi Bentar

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Jawa Barat, Tomi Hendratno, menjelaskan bahwa identitas budaya Cirebon menjadi salah satu unsur penting dalam perancangan kawasan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, desain gerbang utama mengadopsi bentuk Candi Bentar, yang selama ini menjadi salah satu ikon arsitektur Kesultanan Cirebon dan banyak diterapkan pada bangunan pemerintahan di wilayah tersebut.

“Desain Sekolah Rakyat Cirebon identik dengan budaya Kesultanan Cirebon. Kami mengadopsi desain gapura Candi Bentar yang kemudian diaplikasikan pada gerbang utama Sekolah Rakyat. Ini merupakan ikon arsitektur di Cirebon dan ciri khas budaya lokal karena hampir seluruh kantor pemerintahan di Cirebon juga menggunakan konsep gerbang seperti itu,” kata Tomi.

Tata Ruang

Selain menonjolkan unsur budaya, kawasan Sekolah Rakyat Cirebon juga dirancang dengan tata ruang yang efisien. Meskipun dibangun di atas lahan yang relatif terbatas, seluruh kebutuhan fasilitas pendidikan tetap dapat diakomodasi melalui pengaturan layout yang optimal.

“Keunggulan Sekolah Rakyat Cirebon ini adalah desainnya yang sangat compact dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Tidak ada gedung maupun fasilitas yang dikurangi, sehingga seluruh kebutuhan ruang tetap terpenuhi melalui penataan layout yang dimaksimalkan,” jelas Tomi.

Di sisi pelaksanaan konstruksi, kontraktor proyek terus melakukan berbagai strategi percepatan agar pembangunan dapat selesai sesuai target sebelum dimulainya tahun ajaran baru.

Senior Vice President Marketing PT Brantas Abipraya (Persero), Syafriandy, mengatakan seluruh material telah dipastikan tersedia di lokasi proyek sehingga proses pekerjaan dapat berjalan lebih efisien. Selain itu, jumlah tenaga kerja juga ditambah, termasuk melibatkan personel TNI, serta menerapkan sistem kerja malam.

“Pertama kami pastikan seluruh material sudah tersedia di lokasi proyek sehingga bisa lebih efisien waktu. Strategi berikutnya, kami melakukan penambahan tenaga kerja termasuk dari anggota TNI, serta menerapkan shift malam agar penyelesaian Sekolah Rakyat Cirebon dapat tercapai sesuai rentang waktu yang telah ditentukan,” tutur Syafriandy.

Menjaga Kualitas

Ia menegaskan percepatan pembangunan tidak dilakukan dengan mengorbankan kualitas bangunan. Salah satu buktinya adalah penggunaan panel PVC pada dinding ruang asrama yang dinilai lebih baik dari sisi mutu maupun estetika dibandingkan dinding konvensional.

“Meskipun percepatan terus didorong, kami tetap berkomitmen menjaga kualitas konstruksi. Salah satunya pada ruang asrama kami menggunakan dinding panel PVC, bukan hanya aci dan plester, sehingga mutu dan estetikanya lebih baik. Untuk bangunan yang menjadi prioritas sebelum tahun ajaran baru, kami menargetkan lima gedung asrama selesai, dua gedung sekolah selesai, dan bangunan pendukung lainnya sudah fungsional,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Cirebon berlokasi di Desa Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kompleks pendidikan ini dibangun di atas lahan seluas 5,4 hektar dengan total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi.

Pembangunannya dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya–PT Uno Tanoh Seuramoh (KSO). Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, laboratorium, kantin, masjid, gedung serbaguna, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. (CHI)

Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Aktif Lagi, Ditarget Agustus

Oleh:

Share