SUBANG, LINTAS – Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket 4 masih menunjukkan kinerja positif. Hingga 28 Juni 2026, progres fisik proyek telah mencapai 74,5 persen, atau lebih cepat 2,9 persen dibanding target rencana.
Meski demikian, persoalan pembebasan lahan dan pekerjaan konstruksi ramp (akses keluar-masuk) Jalan Pantura masih menjadi tantangan utama yang berpotensi menggeser jadwal penyelesaian proyek.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JBH 1 Provinsi Jawa Barat, Andika Mulrosha, S.T., M.T., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil evaluasi terakhir proyek.
“Per 28 Juni 2026 progres fisik sudah mencapai 74,5 persen. Dibanding rencana sekitar 71,5 persen, kami masih ahead sekitar 2,9 persen,” ujar Andika kepada Lintas, Selasa (30/6/2026), di Subang, Jawa Barat.
Ia menjelaskan, secara administratif proses amandemen kontrak masih berlangsung sehingga target resmi penyelesaian proyek tetap mengacu pada Amandemen sebelumnya yaitu berakhir di bulan Maret 2027. Namun, di lapangan berbagai kendala membuat jadwal tersebut semakin sulit dicapai.
Menurut Andika, hambatan yang dihadapi Paket 4 pada dasarnya sama dengan paket lainnya, yakni persoalan pembebasan lahan, ketersediaan material timbunan, serta pembatasan angkutan material.
“Faktor-faktor tersebut sangat memengaruhi target penyelesaian yang diberikan kepada kami,” katanya.

Ramp Pantura Jadi Titik Paling Kritis
Andika mengungkapkan, pekerjaan paling krusial saat ini berada pada pembangunan Ramp 2 yang terhubung ke Jalan Pantura. Infrastruktur tersebut menjadi akses keluar-masuk utama sehingga memiliki peran vital terhadap operasional ruas tol.
Menurutnya, desain awal ramp menggunakan metode timbunan dengan sistem preloading. Saat ini tim proyek tengah mengevaluasi kemungkinan penerapan design review sebagai upaya percepatan pekerjaan.
“Critical path Paket 4 saat ini ada pada konstruksi ramp 2. Kalau skema percepatan melalui design review tidak diterapkan, penyelesaiannya bisa lebih lama lagi,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi kontraktor, dengan asumsi percepatan menggunakan desain baru tersebut dan dengan asumsi lahan tambahan sudah dapat dikerjakan pada bulan Maret 2027, proyek diperkirakan baru dapat selesai sekitar September 2027.
Namun apabila metode percepatan tidak dapat diterapkan, penyelesaian proyek bahkan berpotensi bergeser hingga tahun 2028.
“Estimasi September 2027 itu sudah menggunakan asumsi percepatan dan lahan tambahan untuk lokasi ramp 2 sudah dapat dikerjakan pada Maret 2027. Kalau kembali ke desain awal, waktunya bisa lebih panjang,” ujar Andika.
Tambahan Lahan Masih Menjadi Kendala
Selain pekerjaan ramp di Jalan Pantura, kebutuhan lahan tambahan pada lokasi lainnya disepanjang Main Road juga menjadi faktor yang menentukan penyelesaian Paket 4.
Andika menjelaskan, lahan pada trase awal hampir seluruhnya telah selesai dibebaskan dengan progres mencapai sekitar 98,2 persen. Namun proyek masih membutuhkan lahan tambahan total sekitar 2.4 hektar lahan untuk Paket 4.
Menurutnya, proses penetapan lokasi (penlok) memang telah diterbitkan, tetapi masih ada beberapa tahapan administrasi hingga dilakukan pembayaran ganti rugi.
“Lintasan kritis (Critical path) kami sekarang berada pada lahan tambahan, khususnya area ramp 2 Pantura. Penlok memang sudah terbit, tetapi proses administrasi pembebasan lahannya masih berjalan,” katanya.
Ia menilai percepatan penyelesaian lahan sangat menentukan agar pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai tanpa hambatan.




Target Kuartal II
Andika juga menilai target penyelesaian pada kuartal II yang sempat muncul dalam pembahasan proyek cukup berat untuk direalisasikan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan saat ini, khususnya status progress pembebasan lahan tambahan.
“Kalau lahannya baru bisa efektif dikerjakan sekitar akhir Februari atau Maret 2027 , maka waktu pelaksanaan konstruksi otomatis akan bergeser. Karena itu target kuartal II sangat sulit dicapai,” ujarnya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, pihaknya tetap berupaya mencari berbagai skema percepatan agar Jalan Tol Akses Patimban dapat segera berfungsi dan mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Patimban.
“Kami terus mengevaluasi berbagai opsi percepatan supaya penyelesaian proyek bisa lebih optimal, meskipun tantangan di lapangan masih cukup besar,” pungkas Andika. (PAH/CHI)
Baca Juga: 1.151 Km Jalan Daerah Tuntas Dibangun















