JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pembangunan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah saat ini mempercepat pekerjaan dengan rata-rata peningkatan progres fisik antara 1 hingga 2 persen per hari, bahkan pada sejumlah lokasi dapat mencapai 3 persen per hari.
“Per hari kita kejar rata-rata 1 sampai 2 persen progres pembangunan. Di beberapa lokasi bahkan bisa mencapai 3 persen, tergantung kondisi di lapangan,” ujar Dody dalam Media Briefing, Jumat (5/6/2026).
Menurut Dody, sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami keterlambatan mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Beberapa daerah seperti Singkawang, Brebes, Dharmasraya, Cilacap, hingga Lombok Utara kini terus mengejar target penyelesaian.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Namun, koordinasi intensif antara Kementerian PU, kontraktor pelaksana, serta berbagai pihak terkait dilakukan hampir setiap hari untuk memastikan hambatan dapat segera diatasi.
“Kalau ada kesulitan pendanaan atau kendala lainnya, kita carikan solusi bersama agar pekerjaan tidak terlambat. Memang sempat sedikit melambat, tetapi sekarang sudah kembali normal,” katanya.
Selesai Sesuai Jadwal
Dody menambahkan, semangat para pekerja di lapangan juga menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. Bahkan saat sejumlah daerah masih menghadapi berbagai tantangan, aktivitas konstruksi tetap berjalan.
“Saya melihat langsung ketika ke Lombok, para pekerja tetap bekerja dan optimistis. Semua penyedia jasa konstruksi sedang bekerja keras mengejar target agar proyek bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.
Saat ini terdapat 93 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang dikerjakan. Dody optimistis sebagian besar proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Mungkin lebih dari 80 persen lokasi bisa selesai tepat waktu. Tetapi kami tetap berupaya agar seluruh 93 lokasi dapat tuntas sesuai target,” tegasnya.
Selain proyek yang sedang berjalan, pemerintah juga menyiapkan tambahan 11 lokasi baru yang akan segera memasuki tahap lelang. Proses lelang ditargetkan selesai pada Juni 2026 sehingga kontrak pekerjaan dapat segera ditandatangani dan pembangunan dimulai.
“Ada tambahan 11 lokasi yang akan kita lelang. Mudah-mudahan bulan Juni ini seluruh proses bisa selesai dan kontraknya segera ditandatangani,” kata Dody.
Berdasarkan pemantauan Kementerian PU, sejumlah lokasi saat ini masuk kategori zona hijau atau memiliki progres pembangunan tertinggi. Daerah tersebut antara lain Sragen, Medan, Semarang, Bengkulu, dan Makassar dengan capaian progres fisik mencapai sekitar 80 hingga 85 persen.
“Yang masuk zona hijau saat ini antara lain Sragen, Medan, Semarang, Bengkulu, dan Makassar. Progres fisiknya sudah berada di kisaran 80 sampai 85 persen,” jelasnya.
Dukungan TNI dan Danantara
Menurut Dody, capaian tersebut bukan karena perlakuan khusus, melainkan karena pekerjaan di lokasi tersebut dimulai lebih awal sehingga progresnya lebih cepat dibanding daerah lain.
Sebaliknya, perhatian utama pemerintah saat ini difokuskan pada lokasi yang masih berada di zona merah dan kuning. Berbagai permasalahan diidentifikasi satu per satu agar penyelesaiannya lebih efektif.
Pemerintah juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan Danantara yang terlibat dalam pembangunan. Dukungan tersebut membantu mempercepat penyelesaian berbagai kendala teknis maupun administratif di lapangan.
“Yang kita fokuskan sekarang adalah lokasi yang masih merah dan kuning. Kita identifikasi masalahnya satu per satu dan carikan solusinya. Dukungan dari berbagai pihak juga sangat membantu percepatan pembangunan,” pungkas Dody. (CHI)
Baca Juga: Di Atas Target, Penyerapan Anggaran Kemenhub Capai Rp 9 Triliun

























